JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Lelang Aset Galabo Ditentang

Lelang Aset Galabo Ditentang

236
Pedagang Gladag Langen Boga (Galabo)
Pedagang Gladag Langen Boga (Galabo)

KARANGASEM-Komisi III DPRD Solo, menentang penghapusan aset bekas  pedagang Gladag Langen Boga (Galabo) dihapus dengan cara dilelang.

Aset itu disarankan dimanfaatkan untuk pedagang burung di Widuran yang minta pindah ke Pasar Depok. ”Kami tidak sepakat kalau aset bekas pedagang Galabo itu dihapus. Karena, masih bisa dimanfaatkan. Aset itu masih layak.  Saya sudah sampaikan hal itu, saat rapat dengan dinas terkait,” kata Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto, Jumat (15/3).

Kalau ada sejumlah aset yang rusak, katanya, harus diperbaiki secepatnya. Menurutnya, opsi pemanfaatan aset berupa shelter, meja, kursi dan aset lain itu lebih logis, ketimbang membeli aset baru dengan biaya besar.

Opsi itu bisa menghemat anggaran uang rakyat. ”Ke depan pedagang burung di daerah Widuran akan dipindah ke Pasar Depok. Itu bisa dipakai pedagang setelah dipindah nanti. Pemkot tidak harus beli baru,” ujarnya.

Dengan memanfaatkan aset Galabo itu, dana Rp 700 juta untuk perluasan  Pasar Depok bias dipakai maksimal. Karena, nantinya, Pemkot tidak mengeluarkan anggaran lagi untuk membeli shelter baru untuk pedagang.

“Namun, sebelum dipindah, Pemkot harus mendata dan mengecek kondisi aset Galabo yang akan dimanfaatkan itu,” ujar politisi PDIP itu.

Pemindahan pedagang burung di Widuran itu, masih menunggu perluasan Pasar Depok rampung. Kemungkinan hal itu terealisasi Oktober nanti, karena April baru tahap pematangan perencanaan dan lelang. ”Pasti, ke depan pedagang burung di Widuran masuk sana (Pasar Depok). Paling tiga bulan selesai atau kalau tidak setelah Lebaran,” kata Honda.

Honda mengatakan, para pedagang burung di Widuran itu, kebanyakan pedagang baru. Harusnya sejak awal, Pemkot bisa tegas dengan melarang mereka mangkal di kawasan Widuran. ”Kami berharap setelah mereka dipindah, Pemkot tegas dan memantau terus. Sehingga tidak ada lagi pedagang baru yang bermunculan,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala UPTD Kuliner, Agus Siswuryanto, akan mendata aset Galabo tersebut. Jika masih ada yang bisa diperbaiki, pihaknya akan memperbaikinya. Namun, jika tak bisa, terpaksa akan dilelang.”Kami data dulu mana yang layak dan yang bisa diperbaiki,” kata Agus. Ari Welianto

BAGIKAN