JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Liburan, Penjual Oleh-Oleh Panen

Liburan, Penjual Oleh-Oleh Panen

474
BAGIKAN
Pusat penjualan oleh-oleh rame dikunjungi para wisatawan
Pusat penjualan oleh-oleh rame dikunjungi para wisatawan

BOYOLALI – Liburan panjang akhir pekan dan libur hari raya, Sabtu-Selasa (9-12/3) membawa berkah bagi para penjual oleh-oleh di sepanjang jalan Pandanaran. Omzet penjualan mereka melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan dengan omzet penjualan di hari-hari biasa.

Hal tersebut dilontarkan oleh penjual sekaligus pemilik toko oleh-oleh Marning Asli, Sri Wardini (35) di Jalan Pandanaran. Di tokonya dijual beraneka macam makanan khas baik makanan khas asli Boyolali maupun makanan khas yang berasal dari daerah lain. “Liburan ini membawa berkah, liburan di hari ketiga ini omzet penjualan bisa naik sampai dua kali lipat,” ujarnya.

Diungkapkannya, omzet penjualan pada hari biasa bisa mendekati angka Rp 2 juta dan pada liburan tiga hari ini ia mengalami peningkatan omzet hingga Rp 4 juta tiap harinya. “Kalau lagi musim liburan seperti ini penjualan bisa banyak,” ungkapnya. Biasanya yang beli, lanjutnya, adalah para turis dan wisatawan yang melintas di Jalan Pandanaran seusai berwisata di Boyolali dan daerah wisata sekitarnya.

Oleh-oleh yang sering diburu oleh para wisatawan adalah makanan khas Boyolali seperti Marning, Rambak cakar ayam dan Lento. Di toko miliknya Marning seberat 3,5 ons dibanderol dengan harga Rp 10.000. Keripik cakar ayam seberat dua ons, Rp 23.000 dan Lento sebungkus seharga Rp 8.000.

Pernyataan  senada diungkapkan oleh Sri Wahyuni (26), Pengelola Toko Marning Murni di lokasi yang sama. Diutarakannya bahwa pada hari biasa penjualan bisa menembus angka Rp 2,5 juta dan selama tiga hari terakhir omzet penjualan naik hampir dua kali lipat. “Yang paling laku biasanya makanan, seperti marning dan bakpia, setelah itu baru makanan yang lain. Mayoritas pembeli dari luar kota, ada yang dalam kota tapi tidak begitu banyak,” pungkasnya. Adilla Prasetyo Wibowo