JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Longsor, Tiga Hari Warga Kesulitan Akses

Longsor, Tiga Hari Warga Kesulitan Akses

391
LONGSORAN- Warga dibantu relawan bekerja keras menyingkirkan longsoran yang menutup akses jalan Dukuh Kawengan, Desa Mriyan, Kecamatan Musuk, Sabtu (16/3). Joglosemar|Ario Bhawono
LONGSORAN- Warga dibantu relawan bekerja keras menyingkirkan longsoran yang menutup akses jalan Dukuh Kawengan, Desa Mriyan, Kecamatan Musuk, Sabtu (16/3). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Lebih dari tiga hari ratusan Kepala Keluarga (KK) warga Dukuh Kawengan, Desa Mriyan, Kecamatan Musuk mengalami kesulitan akibat material longsoran yang menutup jalan yang menghubungkan wilayah mereka dengan daerah lain. Tumpukan longsoran sepanjang 10 meter di jalan penghubung dukuh tersebut belum dapat dibersihkan secara tuntas, Sabtu (16/3).

Warga dibantu para relawan bekerja membersihkan longsoran dari tebing setinggi 30 meter tersebut. Namun upaya warga terkendala lantaran tumpukan longsoran selain tanah juga ada batu-batu cadas berukuran besar dan cukup keras. “Alat berat tidak bisa masuk, terpaksa kami pakai cara manual,” tutur Yuwanta, Kadus II Desa Mriyan.

Bahkan menurut dia, untuk memindahkan satu batu besar, butuh 10 orang untuk menjugilnya dengan bambu dan linggis. Sementara tumpukan tanah disingkirkan dengan menggunakan cangkul dan sekop.

Kondisi jalan yang berada di tengah tebing dan jurang tersebut membuat jalur itu menjadi satu-satunya akses warga. Sebanyak 136 KK warga Dukuh Kawengan terisolir sejak longsor terjadi pada Rabu (13/3). Longsor terjadi sekitar pukul 19.00 WIB menyusul hujan deras sejak siang hari. Selain menutup jalan, longsor juga membuat tiang listrik setempat doyong. Beruntung aliran listrik tidak sampai padam.

Kerja keras warga dan relawan setidaknya bisa membuat jalur tersebut dilalui pejalan kaki. Namun untuk kendaraan, terutama roda empat, belum bisa melintas. Sementara bagi pengendara motor juga harus ekstra hati-hati mengingat jalur tersebut licin dan berada di tengah tebing dan jurang yang dalam. “Setiap hari kami menggerakkan warga untuk kerja bakti,” jelas Yuwanta.

Camat Musuk, Totok Eko YP, membenarkan kesulitan warga membersihkan tumpukan longsor tersebut. Menurut Camat, semestinya butuh alat berat agar bisa cepat membersihkan material sehingga akses warga segera lancar. “Persoalannya alat berat tidak bisa masuk ke sana,” jelas dia. Camat menambahkan, kondisi sepanjang jalur tersebut merupakan rawan bencana longsor. Hal ini lantaran tebing di lokasi longsor merupakan jenis tanah yang berpasir. Terkait ini pihaknya menghimbau supaya warga selalu waspada bencana. Ario Bhawono

BAGIKAN