Loyalis Rustri Golput, Ancam Ganjar

Loyalis Rustri Golput, Ancam Ganjar

329

Hari Ini, 35 DPC PDIP Kumpul di Solo

pdipSOLO-PDIP minta loyalis Rustriningsih mengurungkan niatnya untuk Golput (tidak memilih) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah, Mei nanti.  Karena, tindakan itu bisa membahayakan perolehan suara pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko.

PDIP pun mulai bergerak menyusun strategi untuk memenangkan Ganjar-Heru. Salah satunya, dengan rapat koordinasi (Rakor) yang diikuti 35 DPC Kabupaten dan Kota se-Jawa Tengah, Diamond Solo, Sabtu (9/3), hari ini.

Sebelumnya, loyalis Rustriningsih berencana Golput  dalam pemilihan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu.  Mereka kecewa, karena rekomendasi PDIP untuk calon gubernur jatuh ke Ganjar, bukan Rustriningsih.

Plh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jateng, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan, rencana Golput itu bisa membahayakan pasangan Ganjar-Heru. Sebaliknya, tindakan itu justru akan menguntungkan pasangan lain. ”Maka itu, saya berharap Rustriningsih bisa kembali bersama partai dan bersama memenangi Pilgub Jateng,” kata Rudytatmo, Jumat (8/3).

Rudyatmo yang juga Walikota Solo itu, berujar, rekomendasi PDIP yang jatuh ke Ganjar-Heru, sudah dipertimbangkan matang. Dia menyerukan semua kader PDIP di Jateng bergerak untuk memenangkan Ganjar-Heru.

”Saya minta seluruh kader PDIP khususnya di Jateng bisa menyikapi keputusan rekomendasi partai yang jatuh pada pasangan Ganjar-Heru. Ini sudah diperhitingkan masak-masak DPP,” ujar Rudyatmo.

Rudy-sapaan akrabnya–menegaskan, rekomendasi Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub)  Jateng oleh DPP PDIP jatuh ke kader asli partai, juga untuk menepis opini, bahwa, DPP melakukan jual beli rekomendasi hingga miliaran rupiah. ”Itu tak terbukti,” katanya.

Sebelumnya beberapa loyalis Rustriningsih mengancam akan Golput, sebagai reaksi kekecewaan, rekomendasi Cagub tidak jatuh ke Rustriningsih. ”Sosok yang layak jadi gubernur hanya Rustri,” kata Sutrisno, tokoh loyalis Rustriningsih, Kamis (7/3) lalu. Ia mengaku punya anggota 7.000 orang petani. ”Arah anginnya mereka akan Golput. Saya datang ke sini untuk memberi dukungan kepada Mbak Rustri.”

Hari ini, DPD PDIP Jateng Rakor di Diamond Solo, dengan mengumpulkan 35 DPC se-Jateng. Mereka akan membahas strategi untuk memenangkan Ganjar-Heru dalam Pilkada Jateng 24 Mei nanti. Menurut Rudy, semua DPC dipastikan hadir, baik politisi legislatif maupun bupati dan walikota yang merupakan kader PDIP.

”Total ada sekitar 200 orang lebih yang diundang dalam Rakor kemenangan pasangan Ganjar-Heru,” ucapnya. ”Rakor ini nantinya akan lebih banyak keputusan yang harus disepakati bersama soal Pilgub sehingga wajib dihadiri.”

Ditanya soal lawan Ganjar yakni Bibit Waluyo dan Hadi Prabowo, yang diusung partai lain, Rudy menjawab diplomatis. ”Mencalonkan diri menjadi Cagub dan Cawagub itu hak pribadi masing-masing. Yang jelas mereka tidak merasa dibesarkan PDIP, sehingga memilih menyeberang,” tandas Walikota Solo penerus Jokowi itu.

Ia menyebut, rekomendasi DPP PDIP yang jatuh ke Ganjar-Heru, bukan main-main.  Menurutnya, Heru dipilih karena sosoknya yang sederhana. Sedangkan Ganjar memiliki ideologi yang kuat dan punya komitmen menyejahterakan rakyat. Keduanya, dianggap  punya keberanian memperjuangkan kepentingan rakyat.

”Saya berpesan agar Ganjar berkomunikasi dengan senior PDIP di Jateng. Seperti Rustriningsih, Gunawan, Budiningsih hingga Murdoko. Ini sangat penting, sebagai komitmen, bahwa mereka siap dicalonkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur  yang menyejahterakan rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, usai gagal terpilih sebagai Cagub rekomendasi PDIP, Rustriningsih memilih mengevaluasi diri, termasuk karier politiknya di PDIP. Ia mengaku sudah mengabdikan diri ke PDIP selama 27 tahun.

”Saya di PDIP 27 tahun. Evaluasi keberadaan saya apakah bermanfaat buat PDIP. Demikian pula jika saya memutuskan mundur, apakah keputusan itu berdampak baik bagi saya. Karena itu,  butuh waktu untuk mengevaluasi diri,” kata Rustriningsih, di rumah dinasnya, Jalan Rinjani Nomor 1 Semarang, kemarin.
Ia lantas bercerita mengenai karier politiknya. Dimulai dari perlawanan kepada rezim Soeharto yang mencoba mematikan karier politik Megawati. Saat itu, ia menjadi ikon perlawanan di daerah Kebumen, Banyumas dan meluas hingga Jawa Tengah. Seiring dengan kemenangan gerakan perlawanan itu, namanya mencuat secara nasional.
”Saya masih ingat, bagaimana Ibu Megawati, dulu kami menyebutnya Mbak Mega, memerintahkan agar kami melakukan gerakan penggembosan terhadap PDI. Ketika sukses, maka PDI kemudian berganti nama menjadi PDI Perjuangan,” katanya.
Adapun Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo, punya alasan mengapa PDIP tidak mengusung Rustriningsih. Menurutnya, Rustri akan disiapkan ke kancah nasional seperti Jokowi.
”Pola rekrutmen calon kepala daerah PDIP prinsipnya ingin menempatkan kader daerah yang sukses berperan di tingkat nasional dan kader tingkat nasional yang harus bisa diperankan di daerah,” kata Kumolo. ”Jokowi sukses di Solo kita orbitkan di Jakarta dan berhasil. Rustri yang sukses di daerah ke depan akan diorbitkan di tingkat nasional,” katanya lagi.
Tjahjo melanjutkan, pemilihan anggota DPR menjadi Cagub di daerah tidak hanya Ganjar Pranowo saja. Misalnya Rieke Diah Pitaloka yang juga anggota DPR RI yang sudah kalah di Pilgub Jabar. ”Seperti Effendi Simbolon yang berprestasi di DPR kita coba diperankan di daerah dan hasilnya Pilkada Jabar dan Sumut tidak mengecewakan. Ganjar yang sukses di kancah nasional di DPR kita rekomendasikan maju Cagub Jateng.” Muhammad Ismail | Detik

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR