Luthfi Hasan Dijerat Pasal Pencucian Uang

Luthfi Hasan Dijerat Pasal Pencucian Uang

230

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang. “Berdasarkan pengembangan penyidikan terkait dengan suap pengurusan kuota impor sapi di Kementerian Pertanian, penyidik menduga ada pencucian uang,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Selasa (26/3).

Penyidik menyangkakan Luthfi melanggar pasal 3 atau pasal 4 atau pasal 5 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. “LHI ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang sejak 25 Maret,” ungkap Johan. Ancaman pidana penjara pasal pencucian uang paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. “Saat ini sedang ditelusuri aset-aset tersangka, kalau ada penyitaan akan disampaikan,” jelas Johan.

Johan juga mengungkapkan bahwa berkas korupsi dan pencucian uang Luthfi akan disatukan. Selain Luthfi, KPK juga telah menerapkan pasal pencucian uang kepada orang dekat Luthfi, Ahmad Fathanah yang disangkakan pasal yang sama dengan Luthfi. KPK telah menyita empat mobil milih Fathanah yaitu Toyota Land Cruiser hitam dengan nomor polisi B 1330, mobil Mercedes Benz SZZ warna hitam nomor polisi B 8749 BS, mobil Toyota Alphard C 200 warna putih dengan nomor polisi B 53 FTI serta mobil Toyota Land Cruiser Prado hitam nomor polisi B 1739 WFN.

Baca Juga :  Baru Bebas Empat Bulan, Warga Nusukan Kembali Ditangkap Karena Simpan Sabu di Indekos

Dalam kasus suap itu KPK menetapkan empat orang tersangka yaitu Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah serta dua orang direktur PT Indoguna Utama yang bergerak di bidang impor daging yaitu Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi.  Juard dan Arya ditangkap KPK pasca menyerahkan uang senilai Rp 1 miliar kepada Fathanah, KPK sudah menyita uang tesrebut yang merupakan bagian nilai suap yang seluruhnya diduga mencapai Rp 40 miliar.  Pencucian uang yang dilakukan Luthfi diduga bukan hanya berasal dari uang suap PT Indoguna. Luthfi diduga mempergunakan pengaruh (trading in influence) kepada kadernya di PKS, Menteri Pertanian Suswono.

Pertemanan

Terpisah, pengacara Luthfi Hasan Ishaaq, Zainudin Paru, mengatakan kliennya mengaku tidak memiliki hubungan bisnis dengan Ahmad Fathanah saat diperiksa KPK pada Selasa (26/3). “Tadi Pak Luthfi ditanya apakah ada hubungan bisnis dengan Ahmad Fathanah. Lalu dijawab tidak ada hubungan bisnis. Hubungan yang ada, tidak lebih sebagai pertemanan semata,” kata Zainudin di gedung KPK Jakarta. LHI, kata Zainudin, menjelaskan Fathanah adalah broker atau makelar.

Baca Juga :  Baru Bebas Empat Bulan, Warga Nusukan Kembali Ditangkap Karena Simpan Sabu di Indekos

Selain itu menurut dia, KPK juga menanyakan kliennya terkait pertemuan di Medan pada Januari 2013. Dalam pertemuan itu ada pengusaha importir daging yang mengatakan data daging di Kementerian Pertanian tidak sama. “Pada saat yang sama, di akhir 2012 banyak beredarnya daging babi dan tikus merajai pasar Jabodetabek,” ujarnya.

Pada saat itu, menurut Zainudin, muncul keberatan alim ulama yang datang ke PKS bertemu Luthfi yang mengatakan bagaimana Menteri Perekonomian dan Menteri Pertanian adalah orang muslim namun umat diberi daging babi. Menurut dia, pada saat itu dicari masalah apa yang menyebabkan kelangkaan daging. Luthfi menanyakan pada Mentan apakah benar tudingan pengusaha importir daging terkait data tersebut. “Pembicaraan tentang data-data yang dinilai benar dibandingkan dengan data Kementan,” katanya.  Antara

BAGIKAN