JOGLOSEMAR.CO Foto Macet Solo Bak Lingkaran Setan

Macet Solo Bak Lingkaran Setan

433
BAGIKAN
Kemacetan di Solo
Kemacetan di Solo

BALAIKOTA-Sekda Pemkot Solo, Budi Suharto, menyebut, problem kemacetan di Kota Solo seperti lingkaran setan. Atau masalah yang tidak ada ujung pangkalnya.

Menurutnya, Pemkot sendiri kesulitan mencari solusi jitu untuk mengurai kemacetan. ”Solo menjadi kota yang tidak pernah tidur. Dalam jangka waktu empat sampai lima tahun ke depan hantu kemacetan pasti akan tampak,” katanya, Senin (11/3).

Budi mengatakan, kebijakan Pemkot soal transportasi massal belum mampu menyelesaikan persoalan kemacetan untuk jangka pendek dan jangka panjang. Minimnya okupansi Batik Solo Trans (BST) yang jadi moda andalan Pemkot, menjadi salah satu tolok ukur indikasi itu.

”Penambahan dua koridor BST tahun ini akan dimanfaatkan untuk memperbaiki pelayanan angkutan massal, belum jadi solusi kemacetan. Ini yang masih membuat Pemkot bingung,” ucap Sekda  Budi.

Kendati demikian, Sekda mengakui pembenahan BST belum menjamin warga beralih dari kendaraan pribadi. Terlebih, pola pikir warga untuk beralih ke angkutan massal masih sulit diubah.  ”Imbauan kepada siswa di bawah 17 tahun untuk tidak mengendarai kendaraan bermotor saat ke sekolah saja masih banyak dilanggar dengan berbagai alasan,” katanya, mencontohkan.

Pengamat transportasi dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muslich Hartadi Sutanto, memprediksi Solo akan macet total pada 2016. ”Penambahan transportasi massal seperti BST belum cukup mengurai kemacetan. Maka perlu kebijakan khusus dari Pemkot yang dimulai dari sekarang sebelum terlambat,” ujar Muslich.

Ia juga ragu, penambahan armada transportasi massal bisa mengurai kemacetan. Pasalnya, masyarakat sudah terlanjur dimanjakan dengan sepeda motor. Terlebih, sepeda motor dianggap lebih efisien dan menguntungkan, dibanding kendaraan umum. ”Makanya, jika tak ada kebijakan khusus dari Pemkot, sangat mustahil,” paparnya.

Dia mengkritik belum adanya kebijakan di suatu daerah yang mampu mengarahkan warganya agar menggunakan transportasi umum. Menurutnya, pemberian subsidi bagi angkutan umum bisa jadi solusi untuk menekan tarif transportasi missal, agar diminati warga. ”Pemberian subsidi sangat logis dibandingkan menambah jumlah jalan,” katanya. Muhammad Ismail