Malaysia Perpanjang Deadline

Malaysia Perpanjang Deadline

299

79 Militan Ditangkap, Filipina Adili Sultan Sulu

Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak menginginkan masalah ini diselesaikan dengan cara terbaik.

MALAYSIA-PHILIPPINES/KUALA LUMPUR–Para pengikut Sultan Sulu asal Filipina selatan masih terus bertahan di Sabah, Malaysia. Pemerintah Malaysia ternyata telah empat kali memperpanjang tenggat waktu (deadline) bagi mereka untuk menyerah.

Sejumlah pihak mempertanyakan mengapa tenggat waktu itu terus diperpanjang. Namun Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Datuk Seri Anifah Aman menegaskan, hal itu dilakukan bukan berarti aparat Malaysia lemah. Namun hal itu dilakukan untuk menghormati kuatnya hubungan bilateral antara Malaysia dan Filipina.

Dikatakan Anifah, Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak pun menginginkan masalah ini diselesaikan dengan cara terbaik.

“Baik Najib dan Presiden (Benigno) Aquino ingin hal ini diselesaikan dengan cara terbaik, karena itu disepakati bahwa kami akan mengupayakan cara diplomatik terbaik untuk mengakhiri ini,” tutur Anifah seperti dilansir New Straits Times, Jumat (8/3).

“Presiden Aquino juga telah menyerukan para teroris untuk menyerah dan kembali ke Filipina, dan telah menjanjikan kami bahwa tindakan hukum akan diambil terhadap para teroris itu,” imbuhnya.

Dari Manila dilaporkan, Sultan Sulu Jamalul Kiram III dan para pengikutnya terancam diadili di Filipina atas sejumlah dakwaan pidana. Peradilan ini akan dimulai begitu konflik antara Malaysia dengan para pengikut Sultan Sulu di Sabah berakhir.

Menurut laporan media Filipina, ABN-CBS News, pemerintahan Presiden Filipina Benigno Aquino telah menginstruksikan Biro Kriminal Nasional (NBI) untuk mempersiapkan dakwaan yang kuat terhadap Jamalul dan pengikutnya. Menteri Kehakiman Filipina Leila de Lima menyatakan, instruksi dari Presiden Aquino telah disampaikan kepada NBI untuk segera dilaksanakan.

“Instruksi presiden yakni: Persiapkan dakwaan yang kuat … prioritasnya, tentu saja, adalah kasus tersebut disidangkan di Filipina,” ucap Leila de Lima dalam konferensi pers dengan media Filipina, seperti dilansir The Malaysian Insider.Lebih lanjut, Leila de Lima mengumumkan, keluarga Kiram akan dijerat lebih dari satu dakwaan atas aksi kekerasan yang mereka lakukan di wilayah Sabah. Setiap dakwaan tersebut akan diadili secara terpisah, mulai dari dakwaan menghasut atau memicu perang yang melanggar Pasal 118 Undang-undang Pidana yang diamandemen, hingga dakwaan kepemilikan senjata api ilegal yang melanggar ketentuan larangan kepemilikan senjata serta pendirian komunitas atau kelompok ilegal.

Setelah diadili di Filipina, kemungkinan besar Sultan Sulu dan para pengikutnya akan dibawa ke Malaysia untuk diadili kembali oleh otoritas setempat. Menurut Leila de Lima, ada kemungkinan dilakukannya ekstradisi antara Filipina dan Malaysia, meskipun tidak ada kesepakatan resmi yang mengaturnya.

Saat ini aparat Malaysia masih melakukan operasi penyisiran di wilayah Sabah untuk mencari para loyalis Sultan Sulu yang bersembunyi. Tepat pada Jumat siang kemarin, ledakan muncul di Sabah. Ledakan itu muncul tepat pada pukul 13.30 waktu setempat dan mengagetkan warga di Felda Sahabat.

“Penyerbuan makin intensif dengan munculnya suara dari tiga ledakan. Setiap ledakan itu memiliki jeda 20 menit,” demikian laporan dari media Filipina, GMA.

Sementara itu, media Malaysia The Star memberitakan, nasib Putra Mahkota Sulu Raja Muda Agbimuddin Kiram yang ada di Sabah masih belum diketahui. Di sisi lain, Polisi Diraja Malaysia berhasil menangkap sekitar 79 orang pengikut Kesultanan Sulu. Penangkapan ini dilakukan di wilayah Kampung Tanduo, Lahad Datu, dan Semporna.

Sejauh ini, konflik di Sabah sudah menewaskan 60 orang. Dari 60 orang itu, 52 orang adalah militan Sulu dan delapan orang lainnya adalah polisi Malaysia.   Detik | Okezone

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR