Mantan Kakorlantas Irjen Djoko Susilo Miliki 3 Istri

Mantan Kakorlantas Irjen Djoko Susilo Miliki 3 Istri

341

Ngaku Jejaka,  Nikahi Perawan Pemilik Salon

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyita sejumlah aset milik mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri,  Irjen Pol Djoko Susilo. Aset dan rumah yang disita nilainya sangat fantastis dan mengiurkan. Yang lebih mengiurkan, diam-diam Irjen Djoko memiliki tiga istri.

PEMERIKSAAN DJOKO SUSILO. Tersangka kasus korupsi simulator SIM, Irjen (Pol) Djoko Susilo meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi usai menjalani pemeriksaan, di Jakarta. Antara
PEMERIKSAAN DJOKO SUSILO. Tersangka kasus korupsi simulator SIM, Irjen (Pol) Djoko Susilo meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi usai menjalani pemeriksaan, di Jakarta. Antara

Irjen Pol Djoko Susilo, merupakan salah satu lelaki yang termasuk lihai mengelabui wanita. Mantan Korlantas Mabes Polri itu, hartanya mulai terkuat setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang  (TPPU). Satu persatu sejumlah aset dan rumahnya disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dari sekian aset dan rumah yang disita atas nama Dipta Anindita.  Selama ini, publik mengetahui istri Djoko, Dipta. Mantan Putri Solo 2008 itu, dinikahi pada 1 Desember 2008, lalu. Dipta yang kini berusia 23 tahun ini sudah dicegah KPK ke luar negeri. Pencegahan terkait kepemilikan aset Dipta yang terkait Djoko. Bahkan, dia telah berulang kali diperiksa KPK sebagai saksi.

Data sementara, memang ada sejumlah aset milik Dipta yang sudah disita KPK. Seperti di Solo, ada tanah seluas 877 meter persegi di Jalan Sam Ratulangi, Solo. Tanah itu didaftarkan ke BPN pada tahun 2008 atas nama Dipta Anindita.  Satu aset lainnya adalah tanah seluas 1.180 meter persegi di Jebres, Solo. Tanah tersebut didaftarkan ke BPN pada tahun 2012 lalu, juga atas nama Dipta Anindita.

Nah, ternyata selain Dipta, Djoko menikahi wanita bernama Mahdiana. Dia, seorang perempuan warga Pasar Minggu, Jakarta,  yang dinikahi tahun 2001. KPK, telah menyita dokumen pernikahan Djoko dengan Mahdiana.

“Ya disita dengan alasan terkait tindak pidana pencucian uang,” kata petugas KUA Pasar Minggu, Suprapto saat dikonfirmasi, Kamis (28/2).

Dokumen asli pernikahan diambil KPK. Pihak KUA hanya diberikan surat sitaan. Penyitaan dilakukan pada Kamis (21/2). Ada Novel Baswedan yang datang ke KUA Pasar Minggu.

“Itu nikahnya 2001, menikah di rumah. Pak Djoko itu statusnya jejaka dan Mahdiana perawan,” jelasnya.

Mahdiana merupakan warga Pasar Minggu. Dia menjelaskan petugas KUA dalam pernikahan itu bahkan menjadi saksi untuk Djoko. “Sekarang petugas yang menikahkan sudah pensiun semua, bahkan ada yang pindah,” terang Suprapto.

Diketahui di surat sita itu, Djoko menikah pada 14 Mei 2001 dengan surat bernomor 818/129/V/2001. “Silakan ditanyakan saja ke KPK yang jelasnya,” tuturnya.

Pernikahan dengan Mahdiana dilangsungkan secara sederhana di kediaman mereka di Pasar Minggu. Berdasarkan penelusuran, Mahdiana memiliki restoran dan salon di kawasan Pasar Minggu.

“Tapi Ibu jarang ke sini. Pak Djoko juga nggak pernah datang. Saya malah tahu dari televisi,” jelas seorang staf salon itu.

Salon itu terletak di kawasan ramai. Salon cukup asri dan mentereng dengan halaman parkir yang luas. Tambah lagi ada rumah makan di salon itu. “Ibu terakhir ke sini sehabis Lebaran. Saat ulang tahun salon,” jelas staf yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu pihak KPK yang dikonfirmasi mengaku masih melakukan pengecekan. “Kita cek dulu,” kata juru bicara KPK Johan Budi.

Belum ada informasi apakah ada aset yang sudah disita atas nama Mahdiana. Namun disebut-sebut, wanita yang kini tak diketahui keberadaannya.

Sebagaimana dalam daftar Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan Djoko pada KPK tahun 2010, diketahui istrinya Suratmi. Tak banyak yang tahu dengan Suratmi, selain sebagai teman kecil Djoko Susilo di Madiun, Jatim. Bagi pria kelahiran Madiun 7 Oktober 1960 ini memiliki harta senilai total Rp 5.623.411.000. Ini dari aset tak bergerak berupa tanah dan bangunan di Jakarta Selatan. Dia juga memiliki satu petak tanah kosong di wilayah yang sama.

Untuk kendaraan, Djoko melaporkan hanya memiliki satu buah mobil yakni Toyota Innova hasil pembelian tahun 2005. Detik

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR