JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Mati Mendadak, Ratusan Ayam Terserang Virus ND

Mati Mendadak, Ratusan Ayam Terserang Virus ND

591
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

KARANGANYAR–Ratusan ayam milik warga Dusun Parakan, Kelurahan Bolong, Kecamatan Karanganyar Kota mati mendadak dalam sebulan terakhir. Penyebab kematian ayam yang terjadi di dua RT tersebut diduga disebabkan oleh virus Newcastle Diseases (ND).

Ismiyatun (55), warga RT 2 RW X Dusun Parakan, mengatakan matinya ayam miliknya terjadi hampir setiap hari. Padahal sebelumnya tidak ada tanda-tanda bahwa ayam-ayamnya mengalami sakit. “Tiap hari itu pasti satu atau dua ekor ayam mati. Sudah lima ekor ayam saya yang mati,” ungkapnya, Rabu (20/3).

Untuk jenis makanan yang diberikan ke ayamnya, Ismiyatun mengaku masih seperti biasanya. Lokasi pemberian makan pun juga seperti biasa yakni di kandang ayam. “Tiba-tiba saja mati begitu saja,” kata Ismiyatun.

Warga lainnya, tetangga Ismiyatun, Anna (47), juga mengalami hal yang sama. Anna menuturkan, seekor ayamnya mati mendadak di selokan dekat rumahnya. “Saya dikasih tahu oleh tetangga kalau ayam saya mati di selokan,” ujarnya.

Menurut Anna, kematian unggas di daerahnya bukanlah yang pertama kali. Pada sebulan lalu, ratusan unggas milik warga di daerah tersebut juga mati mendadak. “Pada bulan lalu yang terparah sampai seratusan yang mati mendadak,” ungkap Anna.

Warga lain di RT 1 RW X Dusun Parakan, Laily (25), juga mengalami hal serupa. Dua ekor ayam yang dipeliharanya mati mendadak dalam sehari. “Setelah saya masukkan ke kandang, ayam saya tiba-tiba mati,” kata Laily.

Staf Seksi Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Fathurrahman  yang mendapat laporan tersebut turun ke lokasi. Di lokasi, petugas dari Disnakkan langsung mengambil sampel darah dan mengawal pemusnahan hewan unggas yang mati mendadak tersebut. “Setelah kami lakukan pengecekan, tidak terdeteksi flu burung,” terangnya.

Ia mengatakan kematian ayam tersebut diduga disebabkan oleh virus Newcastle Diseases (ND). “Karena juga berbahaya, jadi tindakan penanganan dan pencegahannya tetap sama,” ungkapnya. Pihak Disnakkan juga meminta agar pemilik unggas membersihkan dan menyemprot kandang dengan vaksin dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Untuk unggas yang telah mati harus dibakar terlebih dahulu sebelum dikubur.

Muhammad Ikhsan