MAYAT DI BAKI : Pembunuh Diana Ditangkap

MAYAT DI BAKI : Pembunuh Diana Ditangkap

814
TERSANGKA- Irfan Junanto alias Gendut alias Panjul alias Gembul (23) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Diana Oktaviani (17) saat jumpa pers di Mapolres Sukoharjo, Senin (18/3). Joglosemar | Murniati
TERSANGKA- Irfan Junanto alias Gendut alias Panjul alias Gembul (23) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Diana Oktaviani (17) saat jumpa pers di Mapolres Sukoharjo, Senin (18/3). Joglosemar | Murniati

SUKOHARJO- Pembunuh Diana Oktaviani (17) warga Kampung Petoran RT 1/ RW IX Petoran, Jebres, Solo, Senin (11/2) lalu akhirnya terkuak. Tersangka bernama Irfan Junanto alias Gendut alias Panjul alias Gembul (23), warga Sayangan RT 1 RW 3 Bentakan, Baki ditangkap jajaran Polres Sukoharjo di Karanganyar, Jumat (15/3) lalu.

Irfan yang bekerja di salah satu rumah sakit (RS) swasta di Solo sebagai cleaning service itu baru kali pertama bertemu korban. Tersangka dikenalkan temannya dengan Diana dan langsung berkomunikasi melalui Short Message Service (SMS). Tersangka akhirnya mengajak bertemu korban pada Minggu (10/2) pukul 23.30 WIB di SPBU Solo Baru, Grogol.

Korban datang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega R bernomor polisi (Nopol) AD 2860 DS, sedangkan tersangka mengendarai Honda Supra 125 bernopol AD 2108 ZK. Akhirnya, motor tersangka dititipkan ke salah satu swalayan di Kwarasan, Grogol dan mereka berboncengan dengan kendaraan korban.

Menurut pengakuan tersangka, saat di perjalanan, korban selalu membentak dengan nada keras serta merengek minta pulang. Saat tiba di kawasan persawahan Dukuh Jetis RT 1/ RW VII Desa Menuran, Baki, korban meminta turun untuk buang air kecil. Saat itulah baju korban tersingkap dan membuat tersangka terangsang.

Baca Juga :  Resmi Daftar Cagub Jateng, Wardoyo Terharu Mendapat Banyak Dukungan

Tersangka pun langsung meminta berhubungan intim, namun ditolak korban dengan suara keras. “Akhirnya, korban dicekik dengan menggunakan kaus kaki milik tersangka. Saat itu korban sudah lemas dan leher korban diinjak beberapa kali. Tubuh korban diseret ke parit dan disetubuhi. Setelah itu, korban dibuang ke parit dengan posisi tengkurap,” kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari saat jumpa pers di Mapolres Sukoharjo, Senin (18/3).

Setelah itu, tersangka pergi dengan mengendarai sepeda motor korban. Namun dalam perjalanan, sepeda motor macet karena kehabisan bensin. Tersangka pun meninggalkan sepeda motor itu di jalan. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan kunci kontaknya pun dibuang ke sungai. “Kami terus mencari keberadaan STNK dan kunci motor, karena tersangka mengaku telah membuangnya ke sungai,” ujar Ade.

Dia menambahkan, penangkapan tersangka tersebut juga didasarkan pada kerja sama dengan stasiun radio dan informasi dari masyarakat. Selain itu, pihaknya juga mengumpulkan data dari dokumen CCTV di swalayan tempat tersangka menitipkan sepeda motornya.

Baca Juga :  Manfaatkan Momen Tirakatan untuk Refleksi Kinerja Pemerintahan

Setelah menghimpun semua data, akhirnya Polres Sukoharjo menangkap tersangka di Karanganyar saat bersama dengan temannya. Karena berusaha melawan, Polisi akhirnya menembakkan timah panas sebanyak dua kali di kaki kiri korban.

Dalam kasus ini, Polisi berhasil mengamankan sepeda motor milik tersangka dan korban, helm milik korban dan pelaku, tas merah jambu, dan HP merek Nokia serta uang.

Kapolres menyebutkan, tersangka dijerat dengan 365, 338, 339, 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. “Tersangka terancam hukuman mati,” kata dia. Sebagai wujud apresiasi anggotanya dalam mengungkap kasus ini, Kapolres memberikan penghargaan kepada 27 anggotanya.

Sementara itu, tersangka yang memiliki dua istri dan satu anak itu mengaku membunuh karena kesal atas perkataan korban yang kasar. “Dia (korban) kasar, saya pun kesal. Akhirnya saya cekik pakai kaus kaki. Saya melihat tubuh dia saat bajunya tersingkap dan memperkosanya,” ujar dia. Murniati

BAGIKAN