JOGLOSEMAR.CO Foto Mayat Perempuan di Parit Macetkan Jalan Ahmad Yani

Mayat Perempuan di Parit Macetkan Jalan Ahmad Yani

979
BAGIKAN

Diduga Korban Tabrak Lari

DIDUGA KORBAN TABRAK LARI--Petugas mengangkat jenazah Yuni Artanti (44), warga perumahan BSP RT 05/ RW XVIII, Karanggeneng, Boyolali yang ditemukan di selokan Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartosuro, Sukoharjo, Selasa (5/3). Jenazah tersebut diduga korban tabrak lari. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
DIDUGA KORBAN TABRAK LARI–Petugas mengangkat jenazah Yuni Artanti (44), warga perumahan BSP RT 05/ RW XVIII, Karanggeneng, Boyolali yang ditemukan di selokan Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartosuro, Sukoharjo, Selasa (5/3). Jenazah tersebut diduga korban tabrak lari. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SUKOHARJO—Jasad Yuni Artati (44), warga Perumahan BSP RT 5 RW18, Karanggeneng, Boyolali ditemukan membujur kaku tercebur di parit di pinggir Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, atau tepatnya di depan Assalam Hypermarket, Selasa (5/3) pukul 11.00 WIB. Diduga korban mengalami tabrak lari dengan luka di bagian wajah dan tubuh lainnya karena benturan benda keras.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, jasad korban pertama kali diketahui oleh Sunardi (39), warga Morosebo RT 2 RW I, Gondang Slamet, Ampel, Boyolali. Saat ingin membuang air kecil di lokasi tersebut, ia dikagetkan dengan sesosok mayat mengambang di parit tepat di pinggir jalan. Saat ditemukan, korban mengenakan baju warna cokelat, jilbab warna cokelat, celana warna hitam, serta menenteng tas warna cokelat.

“Kondisi mayat sedikit terluka di bagian wajah. Saya sempat kaget, dan kemudian memberitahukan pada orang-orang yang melintas,” kata Sunardi di lokasi kejadian. Oleh warga, temuan mayat tersebut dilaporkan ke Polsek Kartasura.

Sementara itu, salah satu karyawan di Assalam Hypermart, Ruspito (49), yang mengaku sebagai kakak kandung korban mengatakan sebelum peristiwa tersebut, korban sempat mengunjunginya dan meminta uang. Warga Jalan Walanda Maramis No 5, RT 3 RW18, Banjarsari, Solo ini mengaku bertemu adiknya tersebut pada pukul 08.00 WIB.

Ia menerangkan, setelah dikasih uang, korban selanjutnya izin untuk pulang dengan mengendarai bus jurusan Boyolali. Namun ia terkejut setelah ada kabar jika adiknya tewas tercebur di parit di depan Assalam Hypermart. “Tadi (kemarin) sempat bertemu dan meminta uang, dan setelah saya kasih ia pamit pulang ke Boyolali dengan mengendarai bus,” ungkap Ruspito.

Sementara itu, Kapolsek Kartasura, AKP Kemas Indra Nata Negara melalui Kanit Reskrim, Ipda Ketut Sutira saat melakukan evakuasi mengatakan belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Saat ini masih dalam proses penyelidikan dengan mengirim jenazah ke Bagian Forensik RS Moewardi Solo. Saat evakuasi, sempat membuat Jalan Ahmad Yani macet karena banyaknya warga yang ingin menyaksikan langsung. “Apakah itu korban tabrak lari atau pembunuhan, polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi,” terang Sutira.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari melalui Kasat Reskrim, AKP Andis Arfan Tofani mengatakan dari penyelidikan awal diketahui korban menderita sebuah penyakit hingga meninggalkan dunia. “Tapi kita masih melakukan pendalaman dan belum mengetahui penyebab kematian korban,” ujarnya. Rudi Hartono | Murniati