Mbah Jiwo Mantan Pesinden Keraton Kini Telah Sembuh

Mbah Jiwo Mantan Pesinden Keraton Kini Telah Sembuh

377

Disambut Bak Artis, Bingung Saat Kasur Diganti

Setelah dirawat di RSUD dr Moewardi, Mbah Jiwo (83), mantan pesinden Keraton Kasunanan Surakarta akhirnya diperbolehkan pulang. Mbah Jiwo yang sebelumnya telantar dan sakit-sakitan pun kini bisa tersenyum gembira.

DIBAWA PULANG-Relawan PMI kota Surakarta saat membawa pulang Mbah Jiwo seusai menjalani perawatan di RSUD dr. Moewardi Surakarta, Senin (25/3). Joglosemar/Yuhan Perdana
DIBAWA PULANG-Relawan PMI kota Surakarta saat membawa pulang Mbah Jiwo seusai menjalani perawatan di RSUD dr. Moewardi Surakarta, Senin (25/3). Joglosemar/Yuhan Perdana

Setelah dua minggu lebih dirawat di rumah sakit, Mbah Jiwo (83) bisa menjejakkan kakinya di rumah sendiri di  di RT 2 RW 4, Wirengan, kelurahan Baluwarti, Solo. Dengan kateter yang masih terpasang, Mbah Jiwo mencoba berjalan dengan bantuan walker saat turun dari ambulans. Namun tak berlangsung lama, Mbah Jiwo lantas dibopong dua petugas PMI guna menuju rumahnya.

Mantan pesinden pada masa Sinuhun Pakubuwono XII ini disambut bak artis kenamaan. Pancaran lampu blitz kamera para awak media menghujani wajahnya. Melihat ramainya warga yang datang dan banyaknya awak media, membuat pemilik nama asli Sudjirah ini bingung. Namun raut wajah kebahagiaannya tidak bisa disembunyikan. Sambil dibopong sejumlah relawan PMI, Mbah Jiwo menitikan air mata.

Ekspresi kegembiraannya memuncak, tatkala melihat rumah reyotnya telah dipermak sedemikian rupa. Atap rumahnya kini sudah dilapisi tarpoline agar tidak bocor. Dinding rumahnya yang dulu berlubang, kini sudah ditambal. Bahkan ia sampai tidak mengenali tempat tidurnya, mengingat sudah diganti dengan kasur dan seprei baru.

Baca Juga :  Ponpes Budi Utomo Dapat Kunjungan Kapolresta Surakarta

Kata syukur dan ucapan terima kasih terus diucapkannya. Matanya berbinar-binar. Ia tidak menyangka, di tengah keputusasaannya, masih ada pihak-pihak yang bersimpati. Mulai dari membawanya ke rumah sakit, mendapatkan pembiayaan gratis di rumah sakit, hingga merenovasi rumahnya.

Oleh Tim PMI, Mbah Jiwo ditidurkan di tempat tidurnya yang sudah bersih. Bahkan, Mbah Jiwo sempat menanyakan tempat tidur tersebut milik siapa. “Ini tempat tidur milik siapa?” tanya Mbah Jiwo. Padahal tempat tidur itu milik Mbah Jiwo sendiri, hanya kasur dan selimutnya yang diganti

Sebagai bentuk ucapan terima kasih atas perhatian dan PMI Solo, dan Public Relation (PR) Hotel Best Western, Hotel Lor In dan Hotel Solo Paragon, Mbah Jiwo pun sempat menghibur dengan menyanyikan macapat berjudul Megatruh.

Yen wohwohan enak mentah iku timun, Enak mateng iku kweni, Manggis enak blibaripun, Pelem enak mateng ati, Salak enak rada bosok,” tembang Mbah Jiwo. Kini Mbah Jiwo merasa kesehatannya sudah lebih baik.

Ditanya apakah memilih di rumah atau di Panti Wreda, perempuan 80 tahun ini mengaku memilih tetap tinggal di rumahnya. “Kalau di rumah itu enak. Makan dengan lauk seadanya sudah senang, dilayani anak cucu,” ujarnya. Apalagi rumahnya baru saja diperbaiki para relawan PMI.

Baca Juga :  Museum Keris Terlengkap se-Indonesia, Magnet Baru Wisata Kota Solo

Pejabat Humas PMI, Sumartono Hadinoto mengatakan, Mbah Jiwo sudah diperbolehkan pulang lantaran kondisinya membaik. “Saat ini juga masih dipasangi kateter. Kami masih akan memantau kateternya setiap hari. Soalnya kalau kateternya tidak diperhatikan bisa berbahaya,” katanya.

Sumartono menjelaskan, selama di rumah sakit, Mbah Jiwo tidak dikenakan biaya sepeser pun. Pihak RS Moewardi menggratiskan biaya rumah sakit, karena sudah ditanggung oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Solo.

Soal rencana pemindahan Mbah Jiwo ke Panti Jompo, Sumartono mengatakan hal itu bisa dimungkinkan asal Mbah Jiwo berkenan. “Itu nanti terserah Mbah Jiwo, nanti akan coba kami tawarkan. Jika beliau mau, kami akan bawa ke panti jompo milik pemerintah atau di panti jompo swasta,” katanya.

Kartika Oktavia Ravita Sari, PR Hotel Lor In Solo, mengatakan semenjak ada kabar kondisi Mbah Jiwo dirinya bersama dengan rekan-rekan PR berkomitmen untuk membantu. “Setelah mendapatkan kabar itu, kami PR dari Lor In, Best Western Premiere Hotel, Solo Paragon Hotel, dan Sahid Hotel, berusaha membantu dengan memberikan bingkisan mulai dari seprei, selimut, house keeping untuk membersihkan dan menata kasurnya, serta sejumlah sembako dan alat mandi. Kami juga akan sempatkan waktu mengunjungi beliau nanti,” ujarnya.  Ronald Seger Prabowo

BAGIKAN