JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Megaproyek Gajah Mungkur Rp 1 Trilun

Megaproyek Gajah Mungkur Rp 1 Trilun

407
ilustrasi
ilustrasi

LAWEYAN-Rencana megaproyek penyedotan air Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri oleh PDAM se Eks Karesidenan Surakarta, terus dimatangkan. Megaproyek itu diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 1 triliun.

Proses administrasi proyek besar itu sudah rampung. Selanjutnya, menunggu langkah kebijakan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Sedangkan dana yang diperkirakan sampai Rp 1 triliun itu, akan dipakai untuk pemasangan jaringan hingga ke induk (reservoar).

”Kalau untuk penyambungan hingga ke induk pembagian dananya diperkirakan sangat besar. Yakni mencapai Rp 1 triliun,” kata Direktur Utama (Dirut) PDAM Solo, Singgih Tri Wibowo, saat ditemui Joglosemar di kantornya, Selasa (19/3).

Dana besar itu, katanya, ditanggung Pemerintah Pusat. Sedangkan yang menjadi tanggungan Pemerintah Daerah adalah, sambungan dari induk hingga ke lokasi masing-masing daerah. ”Besarannya juga tergantung jarak antara daerah itu dengan reservoar,” ujar Singgih.

Ia menjelaskan, proyek itu sudah sampai pada tataran administrasi daerah. Hasilnya, akan diserahkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan diteruskan ke Pemerintah Pusat.

Jika memungkinkan, Singgih memperkirakan untuk penyambungan jaringan oleh Pemerintah Pusat dilakukan 2014 mendatang. ”Tahun 2013 ini penyelesaian administrasi, 2014 lelang dan pengerjaan, dan di 2015 mendatang kemungkinan sudah beroperasi,” prediksi Singgih.

Dengan menyedot air langsung dari Waduk Gajah Mungkur ini, PDAM memastikan kebutuhan air untuk wilayah Solo bakal tercukupi. Tidak hanya itu, kualitas airnya pun diyakini bakal lebih baik dibandingkan pasokan air yang didapat dari sumur dalam.

Kendati demikian, PDAM tidak berencana untuk menutup sumur dalam yang sudah ada. Pasalnya, sumur dalam nantinya tetap akan difungsikan sebagai cadangan jika sewaktu-waktu Solo masih kekurangan air. ”Sumur dalam yang ada sebanyak 28 lokasi, 14 di Utara dan 14 di selatan. Nanti sumur dalam tetap difungsikan sebagai cadangan,” paparnya. Ari Purnomo

BAGIKAN