JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Melongok Film Finding Srimulat, Sebuah Legenda Yang Mencoba Bangkit

Melongok Film Finding Srimulat, Sebuah Legenda Yang Mencoba Bangkit

299
BAGIKAN

Finding SrimulatDi era tahun 1980an, grup lawak Srimulat menjadi salah satu grup yang terkenal dan selalu dinanti. Bahkan kiprahnya dalam membawa banyolan-banyolan mampu mewarnai hiburan di tanah air. Kini, seakan hendak menggaungkan kebangkitannya, grup lawak dari Solo ini menerobos jagad industri perfilman, dengan film bertajuk Finding Srimulat.

Siapa tak kenal dengan Srimulat, grup lawak yang didirikan oleh seniman Pak Teguh dan Ibu Srimulat di Solo ini. Sebuah grup yang menghimpun para pelawak dengan gaya dan kekhasan masing-masing. Jatuh bangun, kejayaan, sepinya order manggung dan juga kehilangan para personil ataupun sang pendirinya menjadi bumbu perjalanan yang mengharu biru dan menguak rasa penasaran publik.

Adalah Hendrick Gozali, produser sekaligus Direktur Magma Entertaiment yang kemudian berinisiatif mengangkat kembali pamor grup lawak legendaris itu melalui sebuah film berjudul Finding Srimulat. Film yang diangkat dari kisah nyata ini rencananya tayang di bioskop mulai 11 April 2013 mendatang.

“Kami ingin memberikan sebuah kado tawa bagi masyarakat Solo yang sangat welcome selama proses pembuatan film di Solo. Selain itu Kota Solo sebagai tempat kelahiran Srimulat mempunyai nilai historis yang sangat kuat,” ungkap Sutradara Finding Srimulat, Charles Gozali.

Gelar kado tawa tersebut juga dirangkai dengan pawai berkeliling Solo, pada Sabtu (30/3) sore yang diikuti para artis pendukung Finding Srimulat antara lain Reza Rahardian, Kabul Basuki (Tessy), Margono (Gogon) dan Djudjuk Djuwariah. Pawai dimulai dari Omah Sinten menempuh rute Jalan Slamet Riyadi, Warung Pelem, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Bhayangkara, Jalan Dr Radjiman, Sriwedari, Jalan KH Agus Salim, Jalan Slamet Riyadi dan kembali ke Omah Sinten.

Malam harinya, sebagai puncak acara, digelar nonton bareng layar tancap Finding Srimulat. Acara yang sedianya dihelat di Pamedan Pura Mangkunegaran itu akhirnya dipindah ke ruang cinema Omah Sinten karena hujan deras yang mengguyur.

Meski begitu, halangan ini tak mengurangi semangat warga Solo untuk menyaksikan para idolanya. Mereka larut dalam alur cerita yang sederhana dengan akting yang menawan bersama dengan Kepala Dinas Pariwisata, Widdi Srihanto, Ganjar Pranowo dan Aria Bima, Anggota DPR RI yang kebetulan datang.

Secara garis besar, Finding Srimulat mengisahkan tentang tema kehidupan yakni percintaan, keputusan dan juga perjuangan hidup. Sosok Adika Fajar (Reza Rahardian) dan Astrid Lyanna (Rianti Cartwright), sepasang muda-mudi yang nekat menikah tanpa restu. Sebuah perjalanan karir yang pahit turut dirasakan Adika yang mengalami pengkhianatan oleh Jolin (Fauzi Baadillah). Obsesinya yang pantang menyerah membawanya bertemu dengan grup lawak legendaris Srimulat yang kala itu berada dalam situasi hidup segan mati tak mau.

Terinspirasi dengan Srimulat, diputuskannya untuk mengembalikan Srimulat ke masa keemasannya dengan berbagai upaya. Sayang Adika harus dihadapkan pada dua pilihan sulit antara istrinya atau menggelar pentas perdana Srimulat.

“Keluarga besar Srimulat mendapat kehormatan luar biasa dengan dibuatnya film ini. Di saat ini srimulat tidak punya wadah lagi, mendapatkan momentum untuk bangkit kembali mengocok perut penggemar setia kami. Semoga ini akan meledak dan menjadi momentum kebangkitan kembali Srimulat,” ungkap Djudjuk.

Istimewanya, film ini menggabungkan dua generasi yang berbeda. Generasi seniman Srimulat dengan penggemar kalangan usia 35 tahun ke atas dan generasi muda yang diwakili oleh Reza, Rianti dan Nadila. Bahkan, judul film ini awalnya  adalah “Untung Ada Srimulat”, namun dengan pertimbangan matang dan kajian mendalam, lantas diubah menjadi “Finding Srimulat”.

Adilla Prasetyo Wibowo