Menengok Bangunan Baru Pasar Burung Depok Jelang Peresmian

Menengok Bangunan Baru Pasar Burung Depok Jelang Peresmian

472

Pagi Hari Air Lancar, Agak Siang Mulai Macet

SIAP DIGUNAKAN-Sejumlah anak tengah bermain di Pasar Depok yang baru selesai pembangunannya, Solo, Selasa (15/1). Pembagian kios Pasar Depok akan dibuat sistem undian. Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
SIAP DIGUNAKAN-Sejumlah anak tengah bermain di Pasar Depok yang baru selesai pembangunannya. Joglosemar|Budi Arista Romadhoni

Bobby (36), siang itu sibuk membenahi losnya di Pasar Burung Depok. Ia menempati los sisi selatan bangunan pasar yang baru rampung dibangun itu. Jumat(22/3) siang itu, pedagang burung itu agak kesal. Bukan karena transaksi usahanya yang bermasalah, tapi ia dipusingkan pasokan air di kawasan pasar itu yang tersendat-sendat.

”Ketika pagi hari, air mengalir lancar. Namun, menjelang siang hari justru macet,” ujarnya, kemarin. Padahal, air bersih merupakan sarana vital bagi Bobby dan puluhan pedagang setempat.  Selain untuk untuk membersihkan kandang, air bersih itu dibutuhkan untuk memberi minum aneka burung hias yang jadi komoditi usaha mereka.

Bagi para pedagang burung dan aksesori burung, masalah pasokan air yang kerap macet itu jadi masalah besar. Sedangkan, bangunan bangunan baru Pasar Burung Depok akan diresmikan 28 Maret mendatang,

Baca Juga :  Rotary Club Solo Raya Fokus Renovasi Rumah Tak Layak Huni

”Kondisi tersebut, sudah terjadi sejak kami pindah ke bangunan baru pasar ini hingga sekarang. Keran air di sepanjang los bagian selatan hingga saat ini tidak berfungsi. Tidak keluar airnya,” keluhnya.

Krisis air yang paling memusingkan mereka adalah, ketika hendak membersihkan kandang dan selokan dari kotoran burung. Tak jarang selokan jadi mampat karena tersumbat kotoran. ”Jadi biar tidak bau, kami biasanya menyiram selokan yang penuh dengan kotoran burung itu dengan air. Tapi, sekarang jarang dibersihkan. Lantaran ketersediaan air sangat terbatas,” imbuh dia.

Tapi, terkadang para pedagang tak tahan juga dengan kondisi itu. Mereka terpaksa mengambil air dengan ember yang jaraknya lumayan jauh. ”Ini yang masih disayangkan, karena sebentar lagi Pasar Depok akan diresmikan,” paparnya.

Dean (54), seorang pedagang burung lainnya, mengeluhkan hal serupa. ”Kalau pagi hari air masih mili. Tapi kalau sudah menjelang siang macet lagi. Begitu terus kondisinya sampai sekarang,” tuturnya. Selain pasokan air bersih tersendat, mereka  juga harus bersiap membayar retribusi yang sudah dinaikkan mulai 1 April mendatang. Awalnya, retribusi yang dipungut Rp 900/los. Nantinya, naik jadi Rp 1.900/los. ”Mungkin, karena bangunannya sudah bagus. Jadi retribusi pasarnya dinaikkan,” katanya.

Baca Juga :  Seribuan Guru SD dan SMP di Solo Jalani Tes Urine

Adapun Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Solo, Subagiyo, siap membenahi kekurangan sarana dan prasarana di dalam pasar itu. Perbaikan air bersih, katanya, masih tanggung jawab kontraktor hingga 180 hari ke depan. Sedangkan untuk kenaikan tarif retribusi pasar, baru tahap sosialisasi.

”Pada 28 Maret mendatang, kita akan mengadakan peresmian bangunan pasar dengan kegiatannya kirab boyongan yang dimeriahkan Tarian Merak dan pelepasan burung Merpati sebagai simbol pasar. Saat ini, kami masih membahasnya bersama pihak-pihak terkait,”  tandasnya. Fariz Fardianto

BAGIKAN