Menengok Persiapan Pameran Solo Digital Printing Oleh PPGI

Menengok Persiapan Pameran Solo Digital Printing Oleh PPGI

376

Pernah Raup Rp 27 M, Ingin Gelar Ekspo Internasional

AUDIENSI DENGAN WALIKOTA-Ketua DPC Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Solo S Haryadi (tengah) tengah berbincang dengan Walikota Solo FX Rudy Hadi Rudyatmo (kiri) di Balaikota Solo, Senin (11/3). Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
AUDIENSI DENGAN WALIKOTA-Ketua DPC Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Solo S Haryadi (tengah) tengah berbincang dengan Walikota Solo FX Rudy Hadi Rudyatmo (kiri) di Balaikota Solo, Senin (11/3). Joglosemar|Budi Arista Romadhoni

Kantor Balaikota Solo Senin (11/3) lalu, kedatangan para bos grafika. Mereka tergabung dalam Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI). Mereka datang secara khusus untuk menemui Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Dalam pertemuan itu, PPGI memperbincangkan persiapan pameran Solo Digital Printing Ekspo 2013 Nasional di Diamond, 21-24 Maret. Ketua Panitia Ekspo, Rony Budyawan, mengatakan, pameran itu sudah yang ketiga kalinya digelar. Tahun ini, katanya, pameran mengusung tema ”One Stop Grafik Solution”. Pameran itu 80 persennya menampilkan alat digital printing. Sisanya mesin offset dan finishing.

”Pameran akan dibuka langsung Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo. Bagi pengunjung dijamin puas, karena alat yang dipamerkan merupakan alat printing update,” ujar Rony. Menurutnya, sebanyak 35 perusahaan supplier alat grafika digital printing, mesin finising, dan offset printing. Sedangkan peserta pameran akan menempati stan seluas 1.350 meter persegi.

Baca Juga :  Wah, 17 Agustus Tiket Kereta Api Prameks Gratis

Ekspo itu, lanjut dia, juga untuk menjembatani antara produsen, user dan kolega agar terjalin komunikasi yang positif. Dengan komunikasi itu, setiap ada masalah bisa ditemukan solusinya. Demikian juga pembeli, dapat membeli alat dengan harga yang kompetitif, dengan kualitas terbaik. ”Makanya itu, dalam ekspo kali ini kami mengangkat tema ‘One Stop Grafik Solution’,” jelasnya.

Pameran itu juga digelar berkat kerja sama dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Solo. Bahkan, PPGI berhasrat ke depan akan menggelar pameran lebih besar, berskala internasional.

Sedangkan Ketua DPC PPGI Solo, S Haryadi, mengatakan, antusias para perusahaan untuk ikut pameran sangat tinggi. Bahkan, saking membludaknya peserta pameran, panitia membatasi jumlah pesertanya. ”Pameran tahun lalu PPGI menargetkan omzet penjualan Rp 5 miliar. Namun dikhir pemeran, omzetnya melebihi target yakni tercapai Rp 27 miliar,” ujar Haryadi.

Baca Juga :  Seribuan Guru SD dan SMP di Solo Jalani Tes Urine

Pada ekspo kali ini, PPGI menginginkan Solo menjadi pioner digital printing. Untuk alat-alat yang dipamerkan, kebanyakan buatan China dan Jepang. Haryadi yakin, kesuksesan ekspo itu akan mengangkat nama Solo. ”Percetakan di Solo perkembanganya sangat pesat dan masih bisa berkembang. Buktinya, banyak konsumen dari luar Jawa mencetak buku di Solo,” paparnya.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, kagum dengan kesuksesan PPGI dalam mengelar pameran. Ia juga kaget mendengar omzet ekspo tahun lalu mencapai Rp 27 miliar.  ”Kedepan jika Solo memiliki lokasi gedung lebih besar, bisa dipakai PPGI menggelar ekspo skala nasional maupun internasional,” Muhammad Ismail

BAGIKAN