JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Molor, Lelang Putri Cempo 2015

Molor, Lelang Putri Cempo 2015

318
BAGIKAN
TPA Putri Cempo
TPA Putri Cempo

KARANGASEM-Pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, semakin tak jelas kapan dimulai. Sebab, lelang pengelolaannya pun molor, yakni baru bisa digelar tahun 2015 mendatang.

Anggota Komisi II DPRD Solo, Yulianto Indriatmoko, mengatakan, tahun 2013 ini, lelang pengelolaan sampah TPA Putri Cempo belum bisa dilakukan. Menurutnya, tahapan itu baru bisa dilakukan 2015, karena hasil feasibility study (FS) atau studi kelayakan, belum cocok.

”Tahun ini belum bisa dilelangkan, tapi tahun 2015 mendatang.  Karena hasil kajian FS tidak sesuai keinginan Bappenas, yang di dalamnya itu ada ahli yang membidangi tentang sampah,” kata Yulianto usai koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kamis (28/3).

Menurutnya, tahun ini baru bisa menggelar lelang analisis dampak lingkungan (Amdal). Tujuannya, untuk menguji sejauh mana teknologi yang sudah ditentukan Bappenas, seperti anaerobic digestion, sanitary landfill,  dan refuse derified fuel.

Apalagi Amdal itu juga permintaan Asian Development Bank (ADB) atau Bank Dunia. Sedangkan FS yang ada saat ini, tidak memasukan kajian-kajian tentang sosial dan ekonomi. ”Tahun ini pastinya lelang Amdal, untuk bulannya menyusul. Kan ada tiga teknologi yang sudah ditentukan Bappenas,” paparnya.

Kata Yulianto, proses pengelolaan sampah TPA Putri Cempo akan dibiayai  ADB. Sehingga, wajar jika ADB minta ada kajian Amdal. Ia mengaku belum tahu besaran dana dari ADB itu. ”Kemarin, Rabu (26/3) dari ADB bersama Bappenas datang ke Solo untuk membahas masalah pengelolaan TPA Putri Cempo,” ujarnya.

Adapun Kepala Bappeda Solo, Anung Indro Susanto, usai rapat dengan Komisi II, tak mau berkomentar lebih lanjut. Ia justru minta bertanya langsung ke Komisi II. ”Tanya langsung ke Komisi II saja biar jelas,”  pintanya.

Sebelumnya, Anung menyatakan,  proses lelang investasi Putri Cempo sudah bisa selesai 2013 ini. ”Harapannya tahun ini selesai, paling tidak sudah surat perintah kerja (SPK)-nya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Solo, Supriyanto menyayangkan, molornya lelang pengelolaan TPA Putri Cempo ini. Padahal tahun 2011, sudah dialokasikan anggaran Rp 50 juta. Harusnya, lelang sudah bisa dilakukan berdasarkan FS yang sudah jadi.  ”Patut kami sayangkan ini mundur lagi.  Harusnya sudah dilakukan, tidak tertunda-tunda lagi, apalagi tidak ada kejelasan seperti ini,” tandas dia.

Ari Welianto

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here