MUI Mengharamkan Uang Serangan Fajar

MUI Mengharamkan Uang Serangan Fajar

393
Majelis Ulama Indonesia
Majelis Ulama Indonesia

BALAIKOTA– Ketua MUI Jawa Tengah, KH DR Ahmad Daroji, minta warga Jateng tak salah memilih gubernur dan wakilnya dalam Pilgub Jateng Mei nanti. Menurutnya, uang dari kandidat yang dibagikan ke warga agar memilih kandidat itu kategori haram.

Daroji berharap, warga tak tergiur pemberian uang Rp 50.000 sampai Rp 100.000, dari tim atau kandidat pemimpin Jateng. ”Biasanya kan ada serangan fajar dengan membagi-bagi uang. Ini jelas sangat berbahaya. Apalagi kan uang yang dipakai merupakan uang dari rakyat, itu juga haram. Yang menyuap maupun yang menerima sama-sama masuk neraka,” katanya, Sabtu (16/3).

Ia menyatakan hal itu di sela-sela pengukuhan pengurus MUI Solo periode 2012-2017 di Balaikota Solo. Meski MUI tak berpolitik, tapi, ia minta warga Jateng tak salah pilih pemimpin. Karena, nasib Jateng untuk lima tahun ke depan ada di tangan mereka. Yakni ditentukan saat pemilihan gubernur dan wakilnya. ”Jadi harus cerdas. Memilih dengan hati nurani, siapa yang terbaik,” ucap Daroji.

Baca Juga :  Perbaikan Loji Gandrung, Rumdin Walikota Solo, Telan Rp 2,3 Miliar

Menurutnya, sudah bukan rahasia, banyak calon gubernur mengeluarkan uang untuk kampanye di pemilihan kepala daerah.  Hal itu, mengkhawatirkan, karena bisa menjadi cikal bakal praktik korupsi dengan modus mengembalikan modal.

Ia mencontohkan, untuk jadi kepala daerah bisa saja kandidat mengeluarkan Rp 200 miliar. ”Jika mau kembali, setiap tahunnya ia harus mendapatkan Rp  40 miliar. Itu duit dari mana kalau tidak dengan cara korupsi, kan duit rakyat juga. Maka cara itu jangan dikembangkan.”

Daroji juga mengkritik, sikap Golput warga dalam Pilgub. Meski pilihan untuk tidak memilih alias Golput itu bagian dari demokrasi, katanya, sikap seperti itu hanya membuang-buang waktu dan tidak mendidik. ”MUI menyerahkan pilihan pemimpin Jateng ke masyarakat. Terserah hati nurani masing-masing. Saya  berharap jangan sampai Golput,” imbuh dia.

Baca Juga :  Walikota Jadi Wasit, Kepala Damkar Jago Lari. Begini Meriahnya Perlombaan Sambut HUT ke-72 RI di Balaikota

Sementara itu, Ketua MUI Solo, Zainal Arifin Adnan, mengatakan, MUI Solo tidak ikut campur dalam Pilgub. Semua pilihan politik ada di tangan rakyat. Sebaliknya, MUI Solo, katanya, dekat dengan semua calon gubernur.

”Jadi kami tidak akan berfatwa pilih salah satu. Semua diserahkan kepada umat, bahkan masyarakat harus mengantisipasi, jangan terjadi money politics. Itu haram. Saya yakin, masyarakat tahu tentang praktik menyuap ini,” kata Adnan.

Ari Welianto

BAGIKAN