JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Internasional Musharraf Pulang, 17 Tentara Tewas

Musharraf Pulang, 17 Tentara Tewas

177
BAGIKAN

Musharaf kembali ke Pakistan untuk memimpin partainya yang akan terjun dalam Pemilu bulan Mei mendatang.

PULANG KAMPUNG--Pendukung mantan Presiden Pakistan, Pervez Musharraf, membawa spanduk dan bendera saat menyambut kedatangan Musharraf di Bandara Internasional Jinnah, di Karachi, Minggu (24/3). Musharraf sebelumnya mengasingkan diri di luar negeri sejak mengundurkan diri pada 2008 dan selama ini dia kerap menghabiskan waktunya untuk tinggal di Dubai dan London. Reuters | Athar Hussain
PULANG KAMPUNG–Pendukung mantan Presiden Pakistan, Pervez Musharraf, membawa spanduk dan bendera saat menyambut kedatangan Musharraf di Bandara Internasional Jinnah, di Karachi, Minggu (24/3). Musharraf sebelumnya mengasingkan diri di luar negeri sejak mengundurkan diri pada 2008 dan selama ini dia kerap menghabiskan waktunya untuk tinggal di Dubai dan London. Reuters | Athar Hussain

KARACHI—Mantan Presiden Pakistan, Pervez Musharraf, mengaku tak gentar dengan ancaman pembunuhan yang disampaikan oleh Taliban. Ancaman terhadap Musharraf ini muncul di sela kepulangannya ke Pakistan dari lokasi pengasingan.

Ancaman Taliban sendiri tidak main-main. Beberapa saat sebelum kedatangan Musharraf, aksi pengeboman terjadi di Pakistan. Pada Sabtu (23/3) malam, seorang pembom bunuh diri menabrakkan mobil tangki air ke pos pemeriksaan Pakistan yang menewaskan 17 tentara di daerah suku Waziristan Utara.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Namun Waziristan Utara yang berbatasan dengan Afghanistan dikenal sebagai sarang Taliban dan gerilyawan terkait Al Qaeda.

Insiden ini diyakini sebagai sinyal bahaya bagi mantan penguasa militer Pervez Musharraf yang dijadwalkan kembali pulang ke rumahnya di kota selatan Karachi setelah lebih dari empat tahun di pengasingan.

“Dalam serangan semalam terhadap pos pemeriksaan pasukan keamanan di Waziristan Utara, 17 personel pasukan keamanan memeluk syahadat,” kata militer.

Pejabat keamanan menjelaskan, banyak dari korban tewas terjebak di bawah puing-puing setelah ledakan itu. Sepuluh tentara lainnya juga cedera dalam serangan pada pos pemeriksaan yang dioperasikan bersama oleh tentara reguler dan korps paramiliter perbatasan.

Merespons ancaman pihak Taliban ini, Pervez Musharraf mengaku tidak khawatir. Musharraf sebelumnya mengasingkan diri di luar negeri sejak mengundurkan diri pada 2008 dan selama ini dia kerap menghabiskan waktunya untuk tinggal di Dubai dan London.

Saat berada di Dubai beberapa waktu lalu, Musharraf mengatakan, Taliban telah mencoba untuk membunuhnya namun selalu gagal. Menurutnya, selama ini dia selalu berhati-hati dan melakukan langkah antisipasi karena tidak selamanya kondisi keamanannya akan terjamin dari ancaman serangan kelompok yang tidak menyukainya.

Ancaman terhadap Musharraf diketahui lewat sebuah video yang dikeluarkan oleh kelompok Taliban. Dalam video itu Taliban mengatakan, mereka akan membunuh Musharraf dengan aksi serangan bom bunuh diri dan penembak jitu.

Sebelumnya, Musharraf juga menghadapi sejumlah dakwaan di Pakistan, termasuk konspirasi pembunuhan mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto pada 2007 dan dakwaan melakukan penangkapan para hakim secara tidak sah.

Namun pada, Jumat (22/3), otoritas Pakistan memberi jaminan perlindungan dalam sejumlah kasus sehingga ia bisa pulang ke Pakistan tanpa risiko ditangkap setibanya di negara itu.

Dia dikabarkan akan menuju Karachi setibanya nanti di Pakistan. Mantan pemimpin militer itu telah beberapa kali mengeluarkan pernyataan untuk kembali ke negaranya namun tidak pernah terwujud.

Musharaf sendiri kembali ke Pakistan untuk memimpin partainya yang akan terjun dalam Pemilu bulan Mei mendatang. Dilansir BBC, Minggu (24/3), Musharraf menggambarkan kepulangannya ke Pakistan seperti pesta pernikahan.

Dia bahkan memajang fotonya sendiri di dunia maya yang menunjukkan dirinya sedang duduk di dalam pesawat jet pribadi miliknya. “Duduk di dalam pesawat untuk memulai perjalanan saya. Tujuan pertama saya, Pakistan!” tulis Pervez.

Sekitar 200 pendukung setianya dan para wartawan turut serta menemani perjalanannya kembali ke Pakistan dari bandara Dubai. Sebelum lepas landas bahkan mereka meneriakkan yel-yel “hidup Pervez Musharraf”. Sekelompok pendukung setia Musharraf juga sudah menunggu kedatangannya di Bandara Karachi.  Detik | Antara