JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Musim Hajatan Rawan Keracunan Massal

Musim Hajatan Rawan Keracunan Massal

238

ilustrasi-keracunanBOYOLALI – Dua kasus keracunan massal terjadi di Boyolali dalam satu Minggu. Kejadian ini membuat  Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali meminta supaya masyarakat lebih waspada. Kewaspadaan terutama mengingat saat ini musim hajatan yang rawan terjadi keracunan massal akibat makanan dan minuman yang disajikan.

Menurut Kepala Dinkes Boyolali, Yulianto Prabowo warga yang hendak menggelar hajatan dihimbau supaya memperhatikan konsumsi yang akan disajikan. Ia berharap agar makanan yang disajikan harus betul-betul aman. “Sekarang kan musim hajatan, maka harus dipastikan makanan betul-betul aman,” ungkap Yulianto.

Ia berharap agar sejak proses memasak hingga menjadi makanan siap saji, pemilik hajatan benar-benar memperhatikan kebersihan makanan. Ia juga mengingatkan agar warga memperhatikan masalah sanitasi. Karena jika sanitasi buruk, makanan  bisa tercemar dan bisa menimbulkan keracunan bagi yang mengkonsumsinya.

Untuk mengantisipasi terjadinya keracunan,  Dinkes juga akan memberikan layanan pemeriksaan makanan yang akan disajikan saat hajatan. Namun mengingat jumlah petugas kesehatan, khususnya di Puskesmas-Puskesmas terbatas, maka pihaknya meminta masyarakat yang hendak menggelar hajatan supaya proaktif. “Petugas kami siap membantu memeriksa, tetapi karena jumlah petugas terbatas, kami minta warga untuk proaktif. Petugas kami siap melakukan pemeriksaan jika ada permintaan dari warga,” jelas Yulianto.

Dengan upaya tersebut diharapkan kasus keracunan massal tidak terjadi lagi di Boyolali.

Sementara itu terkait seringnya kasus keracunan massal di Boyolali, Dinkes berencana mengajukan bantuan ke Kementerian Kesehatan alat deteksi keracunan dini (security food kit). Pasalnya, hingga saat ini Boyolali belum memiliki alat deteksi dini tersebut. Diharapkan dengan adanya alat tersebut, penanganan keracunan massal dapat segera ditangani.

Sementara itu korban keracunan massal di Dukuh Recosari, Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali Kota sudah membaik. Penyebab keracunan usai hajatan di rumah Sardi, warga setempat hingga kita masih dalam penyelidikan. Yulianto menyatakan, paling cepat hasil laboraturium diterima dua pekan mendatang.

Ario Bhawono

 

BAGIKAN