JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Nasib Putri Cempo Terkatung-katung

Nasib Putri Cempo Terkatung-katung

179
BAGIKAN

KARANGASEM-Proses pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, masih terkatung-katung. Pasalnya, sampai saat ini proses lelang untuk investor pengelolanya belum jelas kapan dilakukan.

Awal April nanti, justru untuk pelatihan tenaga baru untuk lelang. ”Saat ini kami tengah melakukan kajian studi kelayakan atau feasibility study (FS) dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Untuk pelatihan tenaga lelang baru akan dilakukan awal April,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo, Anung Indro Susanto, saat ditemui di kompleks DPRD Solo, Selasa (26/3).

Sebenarnya,  proses lelang itu bisa dimulai bulan April, tapi ada kemungkinan bisa mundur juga waktunya. Karena, proses pembuatan FS dan Amdal  belum rampung. Sedangkan pelatihan tenaga lelang baru akan dilakukan awal April.

Pelatihan itu, butuh waktu satu Minggu. Dia harapkan pelatihan cepat selesai diikuti rampungnya pembuatan FS dan Amdal. Setelah semua beres, katanya, lelang untuk investor pasti digelar. ”Target akhir Aprillah lelang sudah bisa dilaksanakan. Yang terpenting proses kajian FS dan Amdal harus selesai terlebih dahulu. April bisa kelar semua,” ucapnya.

Dia menjelaskan, proses lelang itu harus selesai ini. Minimal, sudah ada Surat Perintah Kerja (SPK). Bahkan, rencananya Asian Development Bank  (ADB) besok Rabu (27/3) akan datang ke Solo. Kedatangan mereka terkait finalisasi dan pembiayaan pengelolaan TPA tersebut.

”Hanya saja besaran yang akan dikucurkan berapa, saya tidak tahu. Karena ini kan yang kontrak Bappenas. Kami tinggal terima hasilnya saja. Yang jelas tahun ini sudah harus selesai semua, ” katanya.

Untuk teknologi yang dipakai,  sementara ini masih memakai dua teknologi sebelumnya. Yaitu anaerob digestion dan refuse derified fuel.  ”Untuk saat ini belum ada pergantian teknologi, masih menggunakan teknologi yang sebelumnya,” sambung dia.

Sementara itu, Komisi II DPRD Solo, sejauh ini belum mengetahui secara persis mekanisme lelang  pengelolaan TPA Putri Cempo. Karena, rapat pembahasan tentang lelang TPA Putri Cempo yang seharusnya dilakukan Selasa (26/3) harus diundur, karena panitia lelang tak hadir.   ”Kami belum tahu karena tadi tidak rapat. Kalau kami, arahannya lelang. Tapi itu menunggu pembahasan selanjutnya, yaitu pemaparan panitia,” pungkas Anggota Komisi II, Yulianto Indratmoko. Ari Welianto