JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hukum & Kriminal Nyambi Kurir Sabu, Bakul Sate Disergap

Nyambi Kurir Sabu, Bakul Sate Disergap

334
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SOLO—Seorang kurir narkoba, Kristiyono alias Uking (29) dibekuk jajaran Satuan Narkoba Polresta Surakarta saat hendak bertransaksi sabu. Warga Kampung Tegal Waton RT 5 RW III, Mudal, Boyolali ini ditangkap di Jalan Kapten Mulyadi tepatnya di Gang Nogo Badan RT 5 RW II, Kedung Lembu, Pasar Kliwon, Rabu (27/3) pagi.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, penangkapan tersebut berdasarkan laporan yang dikumpulkan polisi bahwa di lokasi tersebut sering digunakan untuk bertransaksi narkoba. Mendapat informasi itu, Satuan Narkoba pun terjun melakukan pengintaian. Saat pengintaian beberapa jam itulah, Uking yang berprofesi sebagai pedagang sate, tiba-tiba datang mengendarai sepeda motor GL Max AD 6731 LM.

Tanpa berpikir panjang, polisi langsung menangkap Uking yang perilakunya mencurigakan. Saat diperiksa di Mapolresta Surakarta, di handphonenya terdapat pesan singkat (SMS) yang isinya tersangka diminta mengambil sabu di lokasi tak jauh dari tempat penangkapan.

“Mendapat petunjuk SMS itu, pelaku kita bawa lagi ke lokasi penangkapan agar menunjukkan di mana sabu itu disimpan. Ternyata sabu itu diletakkan di sebuah semak-semak dekat lokasi penangkapan,” ungkap Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Asjima’in melalui Kasat Narkoba, Kompol I Wayan Sudhita saat gelar perkara, Rabu (27/3).

Dijelaskan Sudhita, modus yang digunakan yakni Uking mendapatkan perintah dari sesorang berinisial P untuk mengambil sabu di lokasi yang sudah ditentukan. Setelah diambil, Uking juga disuruh untuk mengantarkannya kepada seorang pemesan. P sendiri sampai saat ini masih menjadi buron polisi.

“Barang bukti yang kita amankan yakni sabu seberat 10 gram yang dibungkus dengan plastik transparan dan dimasukkan ke dalam bungkus rokok. Kita juga amankan sebuah handphone dan sepeda motor milik pelaku,” jelas Sudhita. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 112 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp 8 miliar.

Sementara, pelaku mengaku sudah menjalani profesinya sebagai kurir sejak tahun 2012. Dari pekerjaannya itu, ia mendapatkan keuntungan Rp 300.000-Rp 500.000 untuk sekali transaksi. “Uangnya untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Uking.

Rudi Hartono