Nyeri Perut Kanan Bawah, Bisa Jadi Radang Usus Buntu

Nyeri Perut Kanan Bawah, Bisa Jadi Radang Usus Buntu

3713
Businessman with stomach ache
ilustrasi

Rina mengeluhkan nyeri di perut bawah bagian kanan sejak bangun tidur tadi, bahkan nyerinya tidak kunjung reda. Setelah diperiksa dokter, ternyata Rina mengalami peradangan pada usus buntu atau biasa disebut apendisitis. Dia diharuskan segera dioperasi untuk penyembuhannya.

Usus buntu sebenarnya adalah bagian usus besar yang terletak dalam saluran pencernaan. Bila usus buntu ini infeksi  seseorang akan merasakan sakit. Bahkan radang usus buntu ini juga bisa menyebabkan kematian penderita bila terlambat melakukan pertolongan.

Dokter Spesialis Bedah Rumah Sakit Islam Yarsis Surakarta, Dr. H Sri Pratomo, SpB, FinaCS mengatakan, usus buntu itu sebenarnya terletak di sebelah kanan bawah perut.  Usus buntu hanya berbahaya bila mengalami infeksi. Infeksi ini biasanya terjadi karena usus buntu kemasukan sesuatu dari usus besar. “Bisa jadi itu kemasukan feses, cacing, biji-bijian, atau kena tumor. Kalau sudah masuk ke dalam usus buntu akan susah keluar lagi,” katanya kepada Joglosemar.

Peradangan usus buntu pada awalnya tidaklah terlalu berat sehingga orang masih bisa menahan sakitnya. Namun radang pada usus buntu ini bisa menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Keadaan demikian menunjukkan penderita mengalami peradangan usus buntu yang kronis. Selain itu, bisa juga apendisitis ini terjadi akibat ada penumpukan massa pada usus buntu. Kondisi tersebut disebut infiltrate. “Infiltrat ini karena ada benda yang masuk ke dalam usus buntu, dan sudah menumpuk,” ujarnya.

Usus buntu yang meradang biasanya ditemukan pada kondisinya yang sudah parah, yakni sudah timbul abses atau nanah. Bahayanya, jika nanah ini sudah menyebar kondisi yang parah bisa mengancam kehidupan, kondisi ini disebut perporasi. “Jika nanah ini sudah menyebar ke organ lainnya ini yang berbahaya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, umumnya gejala awal yang ditimbulkan oleh radang usus buntu sulit dibedakan dengan kemungkinan penyakit lainnya seperti gangguan lambung (maag). Gejala awal yang dirasakan adalah nyeri di ulu hati kemudian dapat berpindah ke bagian ke kanan bawah perut. Bisa juga gejala disertai dengan mual dan muntah. Oleh karena itu, usus buntu yang masih awal seringkali dikira sakit maag. “Sementara jika nyeri sudah dirasakan di perut kanan bawah, kemungkinan adalah radang usus buntu,” tuturnya.

Pratomo mengatakan penyebab dari radang usus buntu antara lain masuknya benda-benda asing yang tidak tercerna dengan baik. Penyumbatan ini kemudian menyebabkan pembesaran jaringan limfoid. Penyumbatan atau pembesaran inilah yang menjadi media yang baik buat bakteri untuk berkembang biak. Dalam keadaan tersumbat, usus buntu tetap mengeluarkan lendir, oleh karena itu jika lendir tidak dapat keluar maka tekanan dalam usus buntu akan meningkat dan membesar. Keadaan ini memudahkan bakteri masuk dan berkembang sehingga timbullah infeksi. Infeksi akan menyebar dan menyebabkan peradangan pada usus buntu itu sendiri. “Inilah yang disebut sebagai apendisitis,” ungkapnya.

Menurutnya, pemeriksaan diagnosis yang dilakukan oleh dokter apakah orang tersebut kena radang usus buntu atau tidak adalah dengan USG. Pengobatan radang usus buntu secara medis dilakukan dengan operasi. Operasi dilakukan dengan cara konvensional, yakni pembedahan atau dengan operasi biasa. Jika kondisi sudah complicated dilakukan dengan laparotomy. “Dengan cara konvensonal ini pasien diminta untuk istirahat sekitar tiga hari pasca operasi,” terang dia.

Namun selain dengan cara konvensional untuk menghilangkan radang usus buntu ini, bisa juga dilakukan dengan cara modern yakni menggunakan bedah laparoscopy. Cara modern ini dilakukan bedah dengan minimal invasive. Laparoscopy ini merupakan teknik pembedahan modern untuk operasi abdomen melalui sayatan kecil biasanya jika dibandingkan dengan laparotomy yang merupakan operasi besar dengan sayatan lebih lebar. “Cara modern dengan laparoscopy dengan minimal invasive,” Ujarnya.

Pada tindakan laparoscopy memerlukan monitor untuk membantu prosesi operasi. Keuntungan  pembedahan laparoscopy bagi pasien adalah nyeri lebih ringan dibandingkan tindakan laparotomy, sayatan lebih kecil, risiko perdarahan lebih kecil, dan recovery lebih cepat. “Dibandingkan dengan pembedahan konvensional cara ini relatif lebih murah juga,” jelasnya. Tri Sulistiyani

BAGIKAN