JOGLOSEMAR.CO Foto Obama Disambut Serangan Roket

Obama Disambut Serangan Roket

246

Di hadapan Obama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengungkapkan kembali komitmen pembentukan dua negara bersama Palestina.

MENUJU DAMAI--Presiden Amerika Serikat Barack Obama (kiri) berjalan beriringan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kanan), sesaat setelah tiba di Kota West Bank, Ramallah, Kamis (21/3). Obama berada di Ramallah beberapa jam saja untuk kemudian meluncur ke Yerusalem guna memberikan pidato. Reuters | Ammar Awad
MENUJU DAMAI–Presiden Amerika Serikat Barack Obama (kiri) berjalan beriringan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kanan), sesaat setelah tiba di Kota West Bank, Ramallah, Kamis (21/3). Obama berada di Ramallah beberapa jam saja untuk kemudian meluncur ke Yerusalem guna memberikan pidato. Reuters | Ammar Awad

TEL AVIV—Dua roket ditembakkan para militan di Gaza, Kamis (21/3) pagi waktu setempat. Serangan roket yang mendarat di wilayah Israel selatan ini terjadi di hari kedua lawatan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ke Israel. Tidak ada korban dalam insiden ini.

Menurut kepolisian setempat, serangan roket tersebut dideteksi diluncurkan dari wilayah Jalur Gaza yang dikuasai Hamas. “Satu roket meledak di halaman belakang sebuah rumah di Sderot, menyebabkan kerusakan dan roket kedua jatuh di sebuah tanah lapang,” ujar juru bicara Kepolisian Israel, Micky Rosenfold, seperti dilansir AFP.

Sderot merupakan kota yang berada di wilayah Israel dan terletak sangat dekat dengan perbatasan Gaza. Kota ini pernah dikunjungi oleh Obama pada tahun 2008 lalu, ketika dirinya masih menjadi Senator AS.

Pasca insiden ini, aparat setempat masih memeriksa lokasi jatuhnya roket. Aparat juga memeriksa kemungkinan adanya roket-roket lain yang diluncurkan oleh militan ke wilayah Israel.

Pejabat Israel mengatakan, pemerintah Israel menanti pernyataan Presiden Palestina Mahmoud Abbas atas serangan roket ini. “Israel akan mengamati dengan seksama pernyataan Presiden Abbas di Ramallah untuk melihat apakah dia mengecam serangan roket pagi ini,” ujar seorang pejabat Israel. “Tahun lalu… dia menolak mengecam serangan-serangan roket terhadap warga sipil Israel,” tandasnya.

Abbas sendiri mengecam insiden tersebut. “Kami mengecam kekerasan terhadap warga sipil, apapun sumbernya, termasuk serangan roket,” kata penasihat politik Nimr Hammad mengutip ucapan Abbas.

“Kami mendukung perdamaian bersama dan komprehensif di Jalur Gaza, dan kami mendukung kesepakatan yang tercapai lewat mediasi Mesir pada 21 November 2012,” tutur Hammad mengenai gencatan senjata setelah konflik delapan hari antara Israel dan para militan Hamas.

Kunjungan Obama ke Israel ini merupakan kunjungan pertamanya sebagai seorang Presiden AS. Obama tiba di Tel Aviv pada Rabu (20/3) kemarin. Di Israel, Obama bertemu dengan PM Israel Benjamin Netanyahu dan membahas hubungan kedua negara.

Di hadapan Obama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengungkapkan kembali komitmen pembentukan dua negara bersama Palestina.

Obama dan Netanyahu tampak lebih bersahabat dalam pertemuannya kali ini, dibandingkan pada pertemuan mereka di masa lalu yang dipenuhi ketegangan. Obama bahkan memanggil Netanyahu dengan nama pendek Netanyahu, “Bibi”.

Pada pertemuan kedua kepala negara itu, Netanyahu mengeluarkan pernyataan komitmennya untuk mendukung pembentukan dua negara bersama Palestina. Netanyahu pun bersedia untuk mengesampingkan halangan untuk melanjutkan pembicaraan dengan Palestina.

“Kondisi (perundingan damai Palestina-Israel) belum menunjukkan kemajuan. Kita semua belum melihat kemajuan yang pada dasarnya ingin sekali kita saksikan,” ujar Obama usai pertemuan dengan Netanyahu.

Netanyahu pun membalas ucapan Obama dengan janji yang akan dilakukannya untuk mewujudkan perdamaian dengan Palestina.  “Sekarang waktunya untuk membuka lembaran baru dari hubungan kedua belah pihak (Palestina-Israel). Kami bersedia untuk mengesampingkan prasyarat demi melakukan negosiasi dengan Palestina,” jelas Netanyahu.

Namun perdana menteri yang baru membentuk pemerintahan ini menghindari masalah mengenai isu-isu penting yang menjadi sumber ketegangan antara Palestina dan Israel. Netanyahu menolak untuk menjelaskan kondisi pembangunan permukiman Israel di wilayah Palestina dan status dari Yerusalem yang selama ini secara sepihak dianggap sebagai ibukota Israel.

Sementara itu, usai bertemu Netanyahu, Obama langsung meluncur ke Palestina. Obama akan menggelar pembicaraan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Detik

BAGIKAN