JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Internasional Oposisi Raih Kemenangan Terbesar

Oposisi Raih Kemenangan Terbesar

358
BAGIKAN

48 Tentara Suriah Dibunuh di Perbatasan Irak

Warga Raqqah menginjak-injak patung ayah Presiden Bashar al-Assad, Hafez al-Assad, yang berdiri di wilayah pusat kota dan melemparinya dengan sepatu.

PATUNG AYAH AL -ASSAD DITURUNKAN OPOSISI. Patung ayah Presiden Bashar al-Assad, Hafez al-Assad ditarik turun warga saat perayaan di Raqqa, Senin (4/3). Pejuang oposisi Suriah merebut kota timur laut Raqqa pada hari Senin dan warga menurunkan patung ayah presiden, menurut keterangan oposisi dan warga. FOTO ANTARA/REUTERS
PATUNG AYAH AL -ASSAD DITURUNKAN OPOSISI. Patung ayah Presiden Bashar al-Assad, Hafez al-Assad ditarik turun warga saat perayaan di Raqqa, Senin (4/3). Pejuang oposisi Suriah merebut kota timur laut Raqqa pada hari Senin dan warga menurunkan patung ayah presiden, menurut keterangan oposisi dan warga. FOTO ANTARA/REUTERS

RAQQAH–Oposisi Suriah dikabarkan berhasil menguasai Kota Raqqah yang merupakan sebuah ibukota provinsi. Kemenangan itu menandai pertama kalinya pasukan oposisi berhasil menguasai kota besar di Suriah.

Raqqah terletak sekitar 300 kilometer di sebelah timur laut dari Kota Damaskus. Pihak oposisi menyebutkan masih ada beberapa kantong wilayah yang dikuasai tentara pemerintah, namun sebagian besar Kota Raqqah kini berada dalam kendali mereka.

Warga Kota Raqqah menyambut dengan suka cita kemenangan pasukan oposisi tersebut. Mereka bersama dengan para militan kemudian merobohkan patung ayah Presiden Bashar al-Assad, Hafez al-Assad, yang berdiri di wilayah pusat kota. Demikian diberitakan LA Times, Selasa (5/3).

Havez al-Assad memimpin Suriah secara tangan besi sebelum akhirnya digantikan oleh putranya pada 2000 silam. Setelah berhasil dijatuhkan, warga Raqqah pun menginjak-injak patung tersebut dan melemparinya dengan sepatu. Warga melakukan aksi tersebut sembari meneriakkan seruan dukungan terhadap kelompok oposisi.

Kemenangan di Raqqah pun meningkatkan posisi yang dimiliki pasukan oposisi dalam konflik Suriah. Raqqah memiliki letak yang strategis di antara Kota Aleppo dan Dair Alzour, kedua kota tersebut hingga kini masih berusaha direbut oleh oposisi Suriah.

Pemerintah Suriah tidak mau mengonfirmasi kemenangan yang diraih pihak oposisi di Raqqah. Sebaliknya, Presiden Bashar al-Assad justru mengklaim, pihaknya sebagai pemenang dalam pertempuran melawan para pemberontak yang mencoba menggulingkan kekuasaannya.

Demikian disampaikan Assad seperti diberitakan surat kabar Lebanon, Al-Akhbar dan dilansir AFP. “Konspirasi terhadap Suriah kini mendekati akhir,” tulis surat kabar pro-pemerintah Suriah tersebut, mengutip sejumlah politikus yang bertemu dengan Assad di Damaskus, Suriah.

“Keberhasilan signifikan telah dibuat, yang makna strategisnya sangat jelas bagi mereka di wilayah ini dan seluruh dunia yang sedang membuat rencana tak berguna terhadap keamanan Suriah,” ujar para politikus itu mengutip pernyataan Assad.

Para politikus itu menggambarkan Assad “sangat nyaman” dengan perkembangan militer di Suriah terkait konflik berkepanjangan yang melanda negeri itu.

Konflik yang terjadi di Suriah telah berlangsung sejak Maret 2011 lalu. Menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 70.000 orang telah tewas selama pertumpahan darah itu.

Teranyar, 48 tentara pro-pemerintah Suriah tewas dalam sebuah serangan di perbatasan Irak. Dalam insiden itu, sebanyak sembilan tentara Irak juga tewas.

Tentara-tentara Suriah tersebut dalam keadaan tak bersenjata saat serangan terjadi di Provinsi Anbar, Irak pada Senin (4/3) waktu setempat. Serangan ini terjadi tepat sehari setelah kelompok oposisi Suriah menuding Irak melakukan intervensi dalam konflik Suriah.

“Hal ini semakin memperkuat kekhawatiran kita bahwa ada usaha untuk memindahkan konflik ke Irak, tapi kita akan menghadapi usaha-usaha semacam ini dengan segenap kemampuan kita,” ujar Ali Mussawi yang merupakan juru bicara Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki.

Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Irak menyatakan, serangan ini dilakukan oleh kelompok teroris dari Suriah yang menyusup ke dalam wilayah Irak. Menurut Kementerian Pertahanan Irak, serangan ini menewaskan 48 tentara Suriah dan sembilan tentara Irak yang berjaga di perbatasan.

Otoritas Irak menuturkan, sejumlah tentara Suriah yang terluka dalam konflik di negara mereka sengaja melarikan diri ke wilayah Irak untuk mendapat perawatan medis. Mereka yang kebanyakan tidak membawa senjata ini, kemudian diangkut kembali ke wilayah Suriah melalui jalur darat melintasi perbatasan Al-Walid.

Namun ternyata momen ini dimanfaatkan ol sekelompok pemberontak Suriah untuk melakukan serangan. Otoritas Irak pun mengutuk keras serangan yang disebut melawan kedaulatan Irak ini.

“Sebuah serangan yang melawan kedaulatan Irak, baik terhadap wilayah maupun martabat negara ini, jelas-jelas merupakan pelanggaran HAM karena mereka menyerang para tentara yang terluka dan tak bersenjata,” tegas Kementerian Pertahanan Irak dalam pernyataannya. Detik | Okezone