JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan OPSS, Dihidupkan Kembali

OPSS, Dihidupkan Kembali

407
BAGIKAN
SOSIALISASI--Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surakarta, Sri Darwati SPd MPd memberikan penjelasan tentang cara mengikuti olimpiade penelitian dan penulisan karya ilmiah remaja di Aula Disdikpora Solo, Sabtu (23/3). Joglosemar/ Kurniawan arie Wibowo
SOSIALISASI–Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surakarta, Sri Darwati SPd MPd memberikan penjelasan tentang cara mengikuti olimpiade penelitian dan penulisan karya ilmiah remaja di Aula Disdikpora Solo, Sabtu (23/3). Joglosemar/ Kurniawan arie Wibowo

SOLO – Puluhan guru SMP, SMA dan SMK se-Surakarta menghadiri acara sosialisasi Olimpiade Penelitian Siswa Surakarta (OPSS) di Ruang Pertemuan Dwija Utama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Surakarta. Menurut Kelik Isnawan selaku Kepala Bidang (Kabid) Pemuda Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Surakarta menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program dari Kesiswaan Pemuda Surakarta untuk menghidupkan kembali Olimpiade Penelitian Siswa Surakarta yang sudah berhenti sekitar lima tahunan. “Karena dari beberapa informasi yang kami sebar seperti biasanya animonya kurang, mungkin karena program ini berhenti cukup lama atau para guru belum dapat informasi ini. Maka kami menindaklanjuti dengan mengundang guru-guru ke sini untuk kita sosialisasikan agar banyak sekolah yang bisa berpartisipasi,” katanya pada Joglosemar, Sabtu, (23/3).

Kelik juga menceritakan akan pentingnya sebuah kegiatan penelitian bagi pelajar. Karena dari hasil penelitian pelajar di Rusia data dan analisinya bisa digunakan sebagai dasar pijakan Pemerintahanya untuk menutup prostitusi terbesar di Moskow. Juga di Afrika, meskipun ide itu sebenarnya sudah disampaikan oleh masyarakat tapi Pemerintahanya tak terlalu penanggapi baru setelah Pelajar di sana melakukan penelitian dan menyarankan pemerintah untuk membuat penampungan air hujan yang bisa dialirkan ke semua kota untuk menanggulangi kekurangan air saat kemarau baru program itu bisa direalisasikan. “Dalam penelitian ilmiah pelajar tidak hanya sebagai objek pendidikan tapi juga menjadi subjek, apalagi jika hasil dari penelitian tersebut memiliki dampak yang besar bagi masyarakat,” terangnya penuh semangat.

Dalam Olimpiade Penelitian Siswa Surakarta ini akan dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama adalah pengumpulan makalah yang sudah mulai dibuka dan akan ditutup pada tanggal 8 April 2013 nanti. Kemudian tahap penialaian dan seleksi. Makalah yang lolos seleksi bisa mrealisasikan programnya dan melakukan presentasi. Peserta adalah kelompok dan maksimal 3 siswa. “Hasil dari penelitian para pelajar itu nanti akan kita ekspos besar-besaran dengan tujuan memberi motinasi pada anak-anak atas hasil karyanya,” pungkasnya.

“Untuk tema pada periode ini kita pilih yang general yaitu yang berkaitan dengan IPA dan IPS. Ini untuk memicu motivasi dulu baru selanjutnya akan lebih spesifik. Misalnya seperti penelitian tentang jamu karena di Solo ini marak adanya jamu,” imbuhnya. Ahmad Yasin Abdullah