JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Overload, Pasien Moewardi Ngendon di IGD

Overload, Pasien Moewardi Ngendon di IGD

307

JEBRES-Bangsal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi Solo, overload atau penuh sesak. Kondisi itu terjadi di bangsal kelas III serta bangsal VIP.

Direktur RSUD Dr Moewardi, Basoeki Soetardjo, mengatakan, overload-nya bangsal itu, menyusul banjirnya kiriman pasien rujukan dari rumah sakit daerah lain. Bahkan, beberapa di antaranya terpaksa ngendon di ruang transit Instalasi Gawat Darurat (IGD) menunggu sampai kamar tidur kelas III kosong.

”Kenapa overload? Karena kesannya rumah sakit ini seperti Puskesmas raksasa. Daerah yang tidak bisa menangani pasien dirujuk ke sini karena menganggap dokter spesialis di sini lebih banyak. Itu salah satu faktornya,” ujarnya, Senin (18/3).

Dia mengatakan, sedikitnya ada 10 tempat tidur yang disediakan di transit room IGD. Tempat ini digunakan sementara waktu selama bangsal yang ada kondisinya penuh. Setelah bangsal kosong, pasien dipindah menempati bangsal yang tersedia.

”Pasien yang datang ke IGD dan ternyata kondisinya harus rawat inap. Sementara masih belum ada tempat tidur kosong, maka kami tempatkan di transit room di IGD,” katanya.

Basoeki menuturkan, status RSUD Dr Moewardi sebagai rumah sakit rujukan wilayah Jawa Tengah dan bagian barat Jawa Timur memicu banjirnya pasien kiriman dari rumah sakit daerah lain. Namun pada prinsipnya, pihaknya tidak akan pernah menolak pasien. ”Jadi, siapa pun pasien yang datang kami layani,” paparnya.

Basoeuki menjelaskan, jumlah kamar kelas III ada 362 tempat tidur atau 46 persen dari total jumlah tempat tidur di RSUD Dr Moewardi. Angka ini, lanjut dia, melebihi standar pemerintah yang wajib menyediakan 30 persen untuk bangsal kelas III.

Sedangkan bangsal Kelas II, jumlahnya mencapai 113 tempat tidur. Kelas I,  44 tempat tidur, VIP A 42 tempat tidur, VIB B 108 tempat tidur dan super VIP ada empat tempat tidur. Selain itu, kelas khusus ICU sebanyak 116 tempat tidur. Ronald Seger Prabowo

BAGIKAN