Pabrik Gas Dibobol Enam Karyawannya

Pabrik Gas Dibobol Enam Karyawannya

426

904 Tabung dan Uang Puluhan Juta Raib

Keenam terlapor itu sudah diberi kepercayaan. Namun di tengah perjalanan, rupanya ada ketidakberesan.

ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN-Perusahaan pengelola gas elpiji, PT Inti Gas milik salah satu miliarder Sragen, Sriyatin (47) dilaporkan dibobol oleh enam karyawannya sendiri.

Enam karyawan yang dipercaya mengelola pabrik di Lemah Bang, Karanganyar, Sambungmacan, Sragen itu dilaporkan telah menggelapkan 904 tabung gas senilai ratusan juta dan uang tunai Rp 44,850 juta milik perusahaan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus itu terbongkar ketika adik mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono itu melapor ke Polres Sragen, Sabtu (16/3).

Di hadapan aparat, Atin- sapaan akrab pengusaha asal Jalan Hayam Wuruk, No 50, Kampung Jetis, Mojosari, Sragen Kulon itu melaporkan enam karyawannya yang diduga telah menggelapkan aset perusahaan.

Baca Juga :  Buruh Pecah Batu Ditemukan Tewas di Ladang

Menurutnya, kejadian pembobolan itu sudah berlangsung sejak 5 Nopember 2012 lalu. Pabrik yang dibobol adalah yang berlokasi di Jalan Raya Sragen-Banaran tepatnya di sebelah barat SPBU Lemah Bang, Karanganyar, Sambungamcan, Sragen.

Karyawan yang dilaporkan itu atas nama Narwiyanto alias Grandong (38) warga Mantup RT 27, Mojorejo, Karangmalang, Sragen bersama lima rekannya. Kelima karyawan bersama Narwiyanto terindikasi telah mengambil aset perusahaan berupa 904 tabung gas elpiji senilai ratusan juta rupiah.

Atin datang ke Mapolres dengan didampingi dua saksi yakni Wulandari (30) warga Karangmalang, Sragen dan Yuliyanto (35) warga Widoro, Sragen Wetan. Dalam keterangannya, ia menyampaikan keenam terlapor itu sudah diberi kepercayaan untuk mengelola PT Inti Gas miliknya. Namun di tengah perjalanan, rupanya ada ketidakberesan.

Baca Juga :  Duh, Tiap Bulan Ada 2 Ibu Rumah Tangga di Sragen Yang Terjangkit AIDS. Ini Penyebabnya..

“Ada 904 tabung yang digelapkan dan uang milik perusahaan sebesar Rp 44,850 juta yang seharusnya disetor ke perusahaan,” ujarnya saat melapor ke aparat.

Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Sri Wahyuni mewakili Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan aparat yang terus menggali keterangan dari saksi-saksi maupun korban. Wardoyo

BAGIKAN