JOGLOSEMAR.CO Foto Pagar Beton Mulai Kepung Bantaran Rel KA

Pagar Beton Mulai Kepung Bantaran Rel KA

601
BAGIKAN
PAGARISASI-Warga melintasi pagar beton pembatas di bantaran rel kawasan kampung Brengosan, Purwosari, Rabu (6/3). PT. KAI berencana melakukan pagarisasi dibeberapa titik padat penduduk untuk melindungi dari jangkauan kereta api. Joglosemar/Yuhan Perdana
PAGARISASI-Warga melintasi pagar beton pembatas di bantaran rel kawasan kampung Brengosan, Purwosari, Rabu (6/3). PT. KAI berencana melakukan pagarisasi dibeberapa titik padat penduduk untuk melindungi dari jangkauan kereta api. Joglosemar/Yuhan Perdana

JEBRES-PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VI Yogyarakta, mulai membangun pagar beton di sepanjang bantaran rel KA di Kota Solo, tahun ini. Alasannya, untuk menjamin keamanan warga yang menghuni kawasan banataran rel.

Humas PT KAI Daop VI, Sri Winarto, mengatakan, pagarisasi kembali  dibangun seperti yang telah dilakukan di bantaran rel di Kampung Brengosan, Kelurahan Purwosari, Laweyan tahun lalu. Hal yang sama juga dilakukan di bantaran rel sekitar Stasiun Jebres.

Dengan pagar beton setinggi dua meter, katanya, warga bisa terlindungi dari bahaya laju KA. Apalagi ditemukan banyak anak yang biasa bermain di sekitar bantaran rel. ”Sangat terbuka peluang kami untuk menyambung atau membangun pagar baru itu. Tahun ini dimungkinkan dimulai,” ujarnya, Rabu  (6/3).

Kata Winarto, di sepanjang bantaran rel di Kota Bengawan, ada 5.000 KK yang menghuni permukiman di kawasan itu. Pagar itu sementara dikhususkan untuk permukiman warga yang sangat dekat dengan rel KA. ”Sebenarnya garis sepadan kan enam meter samping kanan dan kiri rel. Tapi di lapangan jaraknya ada yang dua meter hingga tiga meter saja. Kan bahaya,” ujarnya.

Pihaknya akan melakukan penyisiran di sepanjang bantaran rel dari Stasiun Purwosari, Balapan, Stasiun Kota dan Jebres. Selama ini, bagian tengah rel di beberapa bagian ditemukan warga yang memanfaatkannya untuk meletakkan barang dagangan berupa tanaman hias. Seperti yang ditemukan di kawasan Pasar Nongko. ”Kita juga akan menggalakan penertiban di bantaran dalam waktu dekat. Supaya tidak mengganggu laju KA,” ucapnya.

Sementara itu, seorang warga bantaran rel RT 2 RW XIV Kelurahan Purwosari, Martini (45) ketika ditemui Joglosemar justru mengaku keberatan dengan pagar beton itu. Pagar itu, menurutnya sangat tinggi, sehingga menghalangi pandangan dan komunikasi dengan warga di seberang rel. ”Masak kita mau menatap tembok terus. Padahal selama 30 tahun ini, tidak masalah, tidak ada pagar atau tembok. Jika memang dibuat ya jangan tinggi-tinggi,” pintanya. Ronald Seger Prabowo