JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Panitia Tak Netral, Warga Geruduk Kelurahan

Panitia Tak Netral, Warga Geruduk Kelurahan

342
BAGIKAN
MASSA PILKADES- Massa pendukung salah satu Balon Kades menggeruduk Balaidesa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kamis (21/3). Joglosemar|Ario Bhawono
MASSA PILKADES- Massa pendukung salah satu Balon Kades menggeruduk Balaidesa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kamis (21/3). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI- Ratusan massa pendukung salah satu Bakal Calon (Balon) Kepala Desa (Kades) Desa Butuh Kecamatan Mojosongo, menggeruduk kantor kecamatan dan balaidesa setempat, Kamis (21/3). Massa mendesak supaya panitia Pilkades diganti karena dinilai tidak netral. Pilkades Desa Butuh akan dilangsungkan pada tanggal 27 Maret mendatang.

Aksi massa tersebut mendapat pengawalan ketat dari jajaran kepolisian Polres Boyolali. Sebanyak dua peleton pasukan Dalmas dikerahkan guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Ratusan massa pendukung Balon Joko Marsilo yang merupakan incumbent tersebut, kemudian diterima Camat Mojosongo Purwanto. Jarot Haryono, ketua tim sukses Joko Marsilo mengungkapkan aksi massa ini dipicu indikasi tidak netralnya panitia Pilkades. Pasalnya, ada indikasi ketua panitia Pilkades serta anggotanya yang juga ketua Badan Perwakilan Desa (BPD), juga ikut menjadi Juru Kampanye (Jurkam) Balon lainnya. “Ini tidak fair, panitia jadi Jurkam ini jelas tidak netral,” tegas Jarot.

Selain dinilai tidak netral, Pilkades juga diwarnai pelanggaran jadwal kampanye dengan curi start. Hal ini dibuktikan dengan  pemasangan spanduk oleh Balon tersebut. Terkait ini, pihaknya meminta supaya panitia Pilkades untuk diganti.

Namun, jika panitia tidak diganti maka pihaknya meminta supaya panitia harus netral dan dibuktikan dengan surat pernyataan. Selain itu pihaknya juga meminta supaya pihak berwenang untuk melakukan pengawasan melekat guna mengantisipasi kecurangan dan menjaga situasi tetap kondusif.

Sementara itu menurut Marjono, ketua panitia Pilkades, pihaknya menyatakan sudah bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ia juga menyatakan  tidak ada penyimpangan dan tahapan Pilkades sudah sesuai dengan ketentuan. Terkait panitia yang rangkap menjadi tim sukses Balon tertentu, pihaknya menyatakan belum menemukan aturan yang menyebutkan larangan menjadi tim sukses. “Kami belum menemukan aturan panitia tidak boleh jadi tim sukses, yang pasti kalau kami menyimpang kami siap dilaporkan,” kata dia.

Menengahi persoalan tersebut, Camat Mojosongo Purwanto menjelaskan, panitia memang memiliki hak pilih. Namun hak pilih tersebut diminta untuk digunakan ketika di dalam bilik suara. Sementara saat tahapan Pilkades, pihaknya meminta supaya panitia ikut menjaga kondusifitas dengan berlaku netral. “Kalau panitia ingin jadi tim sukses sebaiknya mundur untuk menjaga kondusifitas, hak pilih itu digunakan ketika di bilik suara saja,” jelas dia.

Audiensi massa dengan panitia yang difasilitasi Muspika tersebut akhirnya disepakati panitia tetap harus netral. Setiap panitia harus membuat surat pernyataan untuk bersikap netral. Selain itu masing-masing massa pendukung Balon juga diminta ikut menjaga kondusifitas suasana Pilkades. Ario Bhawono