JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Panwaskab Keluhkan Sempitnya Kantor Sekretariat

Panwaskab Keluhkan Sempitnya Kantor Sekretariat

364
BAGIKAN
SATU RUANGAN—Kantor Panwaskab Karanganyar yang hanya menempati satu ruangan di kantor Kesbangpol di bagian barat kompleks DPRD Karanganyar terpaksa disekat-sekat agar berfungsi maksimal.
SATU RUANGAN—Kantor Panwaskab Karanganyar yang hanya menempati satu ruangan di kantor Kesbangpol di bagian barat kompleks DPRD Karanganyar terpaksa disekat-sekat agar berfungsi maksimal.

KARANGANYAR–Permintaan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Karanganyar untuk menempati kantor yang lebih luas dan representatif sejak akhir tahun lalu belum mendapat respons positif dari Pemkab. Padahal gelaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng dan Pemilihan Bupati (Pilbup) Karanganyar tinggal dalam hitungan bulan.

Ketua Panwaskab Karanganyar, Dwi Joko Mulyono, mengaku prihatin dengan kondisi kantor Panwaskab yang masih satu atap dengan kantor Kesbangpol dan satu kompleks dengan DPRD Karanganyar. “Tidak bisa dibayangkan jika nanti ada permasalahan dalam Pemilu ataupun Pemilukada yang harus diselesaikan oleh Panwaskab. Bagaimana jika banyak orang yang datang, pasti sumpek suasananya,” ungkapnya, Jumat (22/3).

Kantor Panwaskab saat ini luasnya hanya 7 x 8 meter dan menginduk dengan kantor Kesbangpol. Karena hanya menempati satu ruangan, maka kantor Panwaskab disekat dengan tripleks untuk ruang ketua, sekretaris, dan anggota divisi. “Bayangkan saja jumlah anggota Panwaskab ada tiga, untuk staf ada 11 orang, menempati ruangan kecil seperti ini,” terangnya.

Joko berharap Pemkab bisa meminjamkan kantor yang lebih representatif bagi Panwaskab seperti pada gelaran Pilbup 2008 lalu. Di mana saat itu, Panwaskab memiliki ruang lebih besar sehingga memungkinkan untuk menggelar pertemuan dengan skala besar pula. “Kalau kantor yang saat ini, kami bingung jika ada temuan dan aduan masyarakat. Sebab kita belum punya ruang klarifikasi yang dapat mengundang banyak pihak,” ungkapnya.

Joko menerangkan, sejauh ini pihaknya telah mengajukan ruangan yang representatif untuk sekretariat Panwaskab. Tapi hingga kini dari Pemkab belum merespons, padahal waktu semakin mepet. “Kami terus mengajukan ruang yang lebih representatif. Siapa tahu dari Pemkab memang berencana memberikan kantor yang lebih representatif menjelang hari H Pemilukada nanti,” harapnya.

Muhammad Ikhsan