JOGLOSEMAR.CO Foto Paragon: Parkir Luar Bukan Milik Mal!

Paragon: Parkir Luar Bukan Milik Mal!

524
Solo Paragon. Joglosemar/Abdullah Azzam
Solo Paragon. Joglosemar/Abdullah Azzam

BANJARSARI-Pengelola Solo Paragon Mall menegaskan, parkir di luar mal, tidak dikelola manajemen mal. Pengelola mengklaim tak melanggar aturan, karena sudah menyediakan lahan parkir di dalam mal yang memadahi.

Public Relations Officer Solo Paragon Mall, Veronica Lahji, saat dikonfirmasi Joglosemar, Kamis(21/3), mengatakan, parkir di luar kawasan mal, bukan kewenangan manajemen Solo Paragon Mall.

”Selama ini kami merasa parkir yang ada di dalam mal sudah mencukupi. Sedangkan yang ada di luar wilayah mal, sudah di luar manajemen mal. Perlu digaris bawahi, tidak ada mal yang memiliki parkir di luar bangunan mal,” kata Veronica.

Ia pun enggan menyikapi pernyataan keras kalangan DPRD Solo yang mendesak Pemkot menutup Solo Paragon Mall. Seperti diberitakan Joglosemar, Kamis(21/3), Anggota Komisi III DPRD Solo, Abdullah AA, mendesak Pemkot Solo menutup Solo Paragon Mall. Alasannya, pengelola mal masih membiarkan lahan parkir di pinggiran jalan yang memang menyalahi aturan.

”Pemkot harus menutup mal Paragon,  karena telah menyalahi peraturan parkir. Di mana, pengelolaan parkir di sana sudah tidak sesuai dengan Analisis Mengenai Dampak Lalu Lintas (Amda Lalin). Yakni tetap menyediakan lahan parkir di ruang gedung,” kata Abdullah, Rabu (20/3) lalu.

Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto, tetap menyalahkan manajemen mal soal parkir di luar mal itu. Ia menantang dinas terkait membuktinya nyalinya untuk bertindak tegas terhadap pelanggaran parkir. ”SKPD punya nyali atau tidak untuk bertindak tegas tentang lahan parkir di luar Paragon,”  ucap Honda.

Honda pun mengungkit masalah lama. Yakni, izin akses lalu lintas yang awalnya hanya dipakai sementara untuk keluar masuk kendaraan proyek. Menurutnya, setelah proyek mal itu rampung, akses dikembalikan seperti semula, tapi ternyata dipakai untuk lahan parkir sampai saat ini.

”Permasalahan ini sudah cukup lama muncul ke permukaan. Namun Pemkot telah memberikan toleransi. Kalau kemudian pihak Paragon mengatakan itu di luar tanggung jawab mereka, ya itu namanya lari dari tanggung jawab,” katanya.

Ia menilai aneh, jika pengelolaan parkir di luar mal kemudian dilemparkan ke Pemkot. ”Coba dirunut dari awal itu seperti apa. Ada sebab, pasti ada akibat. Kenapa ada parkir di luar mal, tentu ada masalah di Paragon. Dulu kan saluran yang ditutup itu untuk memudahkan pembangunan proyek Paragon. Harusnya kalau sudah selesai ya harus dikembalikan seperti semula, sehingga tidak jadi lahan parkir,”  kata Honda.

Sementara, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Sri Baskoro, memastikan masalah parkir di luar mal jadi tanggung jawab manajemen Solo Paragon Mall. Pihaknya mengklaim, peringatan ke manajemen sudah diberikan sejak 2012 lalu, tapi tak diindahkan. ”Kami minta agar mereka tidak melempar masalah ini ke Pemkot. Adanya kemacetan di jalan samping Paragon itu, tentu ada penyebabnya. Nanti akan ada upaya hukum,” kata Baskoro. Ari Welianto

BAGIKAN