Pasar Bekonang: Pedagang Keberatan Nominal Bea Balik Nama

Pasar Bekonang: Pedagang Keberatan Nominal Bea Balik Nama

329
SIAP DITEMPATI- Los Pasar Bekonang siap ditempati oleh ratusan pedagang. Foto diambil Sabtu (23/3)
SIAP DITEMPATI- Los Pasar Bekonang siap ditempati oleh ratusan pedagang. Foto diambil Sabtu (23/3)

SUKOHARJO- Sejumlah pedagang yang berada di pasar darurat Bekonang mengaku keberatan dengan nominal bea balik nama yang ditaksir antara Rp 3 juta hingga Rp 5 juta/ kios. Mereka meminta Pemkab menurunkan retribusi itu.

Salah seorang pedagang ketela dan sayuran, Sudarmi (53) mengaku selama ini laba yang diperolehnya sangat minim. Bahkan ia mengaku sering merugi karena dagangannya tidak laku karena busuk. “Nominal segitu (maksimal Rp 5 juta) ya sangat besar bagi saya. Ya walaupun kemungkinan untuk los jumlahnya di bawah itu. Tapi kalau pedagang bayam satu unting, apa kuat membayar jutaan rupiah untuk bea balik nama?” kata dia ketika dijumpai di pasar darurat, Sabtu (23/3).

Dikatakan warga asal Karanganyar itu, para pedagang kesulitan dalam mengumpulkan uang dan menjual dagangannya. Apalagi, saat berada di pasar darurat omzetnya menurun drastis. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar nominal bea balik nama bisa diturunkan. “Kalau bisa diturunkan lagi. Kasihan masyarakat kecil,” kata pedagang yang memiliki dua unit los itu.

Hal senada juga disampaikan pedagang asal Desa Lalung Karanganyar, Suginem. Dia percaya Bupati bisa lebih bijak melihat kesulitan rakyat kecil. “Untuk makan saja susah, Mbak. Apalagi harus bayar sebanyak itu,” katanya.

Pendapat berbeda diutarakan oleh pedagang sayur, Mamik. Dia menilai nominal Rp 3 juta hingga Rp 5 juta untuk bea balik nama kios bisa dikatakan murah. “Itu termasuk murah. Kami setuju saja kalau memang disuruh membayar bea balik nama untuk Surat Izin Penempatan (SIP),” kata Mamik di sela-sela melayani pedagang.

Perempuan yang saat ini berdomisili di Tawangmangu, Karanganyar itu memberikan apresiasi kepada Pemkab atas pembangunan Pasar Bekonang. Saat ini, dirinya bersama ratusan pedagang lainnya menempati pasar darurat yang kurang nyaman. Alhasil, dirinya lebih memilih menyewa halaman rumah warga untuk berdagang. “Saya menyewa Rp 400.000 sampai bisa pindah ke dalam pasar. Jadi, saya sangat senang jika nantinya bisa segera pindah. Minggu (24/3) baru ada undian untuk pedagang sayur,” katanya.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar (HPP) Bekonang, Dwi Handono menjelaskan, nominal bea balik nama tersebut belum pasti. Kendati demikian, pihaknya menilai jumlah tersebut bisa dijangkau oleh pemilik kios. “Ya tidak masalah. Tapi kami masih menunggu keputusan bupati mengenai bea balik nama itu,” katanya.

Murniati

BAGIKAN