JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Pasutri Tewas Tergantung

Pasutri Tewas Tergantung

891

Tetangga Sering Lihat keduanya Terlibat Pertengkaran

IDENTIFIKASI - Petugas Dokpol dan Inafis Polres Klaten melakukan identifikasi terhadap jenazah pasutri korban gantung diri di Dukuh Kaliwuluh Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang, Rabu (13/3). Joglosemar/Angga Purnama
IDENTIFIKASI – Petugas Dokpol dan Inafis Polres Klaten melakukan identifikasi terhadap jenazah pasutri korban gantung diri di Dukuh Kaliwuluh Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang, Rabu (13/3). Joglosemar/Angga Purnama

Peristiwa tewasnya Alisih (30) dan Sri Rahayu (21), pasangan suami-istri asal Dukuh Kaliwuluh Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang Rabu (13/3) sontak menggegerkan warga desa setempat. Pasalnya, keduanya ditemukan tewas mengenaskan dengan jasad keduanya tergantung dalam satu jeratan di dalam rumah.

Tewasnya keduanya juga membuat syok pihak keluarga korban. Bahkan, Watono (54) dan Tentrem (50), orangtua korban Alisih tidak menyangka putra sulungnya akan melakukan tindakan nekat dan melibatkan istrinya. Padahal, keduanya baru menikah setahun belakangan ini dan belum dikaruniai momongan.

Dari keterangan keluarga korban, Sri Rahayu merupakan istri kedua Alisih yang dinikahi setelah cerai dari istri pertamanya. Keduanya tinggal jauh dari orangtua Alisih yang tinggal di lain dukuh. “Mereka tinggal hanya berdua dan anak Alisih dari istri pertama yang baru berusia 2 tahun. Kami justru tidak tahu kalau mereka sedang ada masalah,” kata Watono yang dimintai keterangan petugas Polsek Kemalang di lokasi kejadian.

Menurutnya, keluarga korban hanya mengetahui kehidupan rumah tangga keduanya baik-baik saja. Meski terkadang keduanya sering bertengkar karena urusan rumah tangga. “Sewajarnya pasangan yang belum lama menikah dan belum punya anak, mereka terkadang bertengkar,” paparnya.

Sementara itu, beberapa tetangga mengatakan meski keduanya belum lama menikah, namun keduanya sering terlibat pertengakaran yang terjadi di antara keduanya. Warga menduga, pertengkaran tersebut dipengaruhi pekerjaan Alisih yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir truk galian C. Karena pekerjaannya tersebut sang suami sering meninggalkan istrinya seorang diri di rumah. “Warga sering memergoki keduanya terlibat percekcokan. Tidak hanya sekali, tetapi sering kali,” kata Winarso (32), tetangga korban.

Namun, warga tidak menyangka percekcokan tersebut berujung pada kematian keduanya. Warga menduga adanya unsur cemburu yang melatarbelakangi peristiwa yang menggegerkan desa tersebut. “Kami tidak menyangka akan sefatal ini. Pasalnya, warga menilai sejauh ini pertengkaran keduanya masih wajar,” papar Suroso, Kepala Desa Sidorejo.

Menurut keterangan saksi, jasad korban ditemukan menggantung pada kusen pintu kamar oleh Eko Sujarwanto (29) rekan kerja Alisih yang datang hendak mengambil kunci truk yang dibawa korban Rabu (13/3). Dari identifikasi petugas dari Polres Klaten, korban Alisih murni tewas gantung diri dan pada jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Sementara, hasil identifikasi pada korban Sri Rahayu mengarah pada tindak kekerasan berupa korban tewas lantaran dijerat dengan syal yang digunakan untuk menggantung keduanya. “Korban Sri Rahayu diduga tewas dijerat dengan syal dan bukan digantung. Hal ini terbukti dari bekas lilitan syal terdapat pada leher korban bukan pada pangkal leher korban seperti yang ada pada jasad korban Alisih,” papar AKP Suyono, Kapolsek Kemalang. Angga Purnama

BAGIKAN