JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Patok Ranjau Besi Dibongkar

Patok Ranjau Besi Dibongkar

355
BAGIKAN
PATOK RANJAU- Polisi melakukan identifikasi patok ranjau yang dipermasalahkan warga Dukuh Sawur, Genengsari, Polokarto, Sukoharjo, Jumat (1/3). Joglosemar/ Murniati
PATOK RANJAU- Polisi melakukan identifikasi patok ranjau yang dipermasalahkan warga Dukuh Sawur, Genengsari, Polokarto, Sukoharjo, Jumat (1/3). Joglosemar/ Murniati

SUKOHARJO- Perseteruan antara warga Dukuh Sawur, Genengsari, Polokarto dengan pemilik kebun tebu, H Paham, akhirnya berakhir damai. Enam patok yang dipasang oleh miliarder Polokarto itu dibongkar.

Hal itu merupakan keputusan dari kedua belah pihak setelah dimediasi oleh Muspika Polokarto, Sabtu (1/3). Dalam mediasi yang dilakukan di Mapolsek Polokarto yang dihadiri oleh perwakilan warga dan Paham itu, disepakati masalah itu tidak akan diteruskan ke ranah hukum.

“Kami meminta Muspika untuk menjembatani masalah ini. Kami dari Polres hanya sebatas mem-back up saja,” kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari diwakili oleh Kasat Reskrim, AKP Andis Arfan Tofani, Minggu (3/3).

Kendati demikian, pihaknya juga mengurai asal-usul tanah itu. Apakah memang tanah milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) ataukan milik Paham. “Kita akan panggil DPU untuk mengkroscek masalah ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Polokarto, AKP Apin Sunu mengaku permasalahan itu sudah selesai dan berakhir damai. Dalam mediasi pada Sabtu (2/3) lalu, Paham menyetujui permintaan warga, yakni membongkar enam patok ranjau yang dibangunnya. “Kedua belah pihak sudah berdamai. Akhirnya, Pak Paham yang saat itu kita hadirkan setuju patoknya dibongkar,” kata dia.

Pembongkaran itu menurut Apin dilakukan pada Minggu (3/3) kemarin. “Itu sebagai hasil kesepakatan antara warga dan pemilik lahan tebu. Pak Paham dan anaknya yang langsung membongkarnya,” ujar dia.

Disinggung mengenai penutupan kasus ini, dirinya menolaknya. Dia menegaskan, jika warga yang awalnya merasa kecewa dengan sikap Paham belum sampai membuat laporan resmi. Warga hanya mengadukan secara informal mengenai tindakan bos tebu itu. “Belum ada laporan, jadi ya tidak ada penutupan kasus dong. Kemarin hanya mengadu saja tanpa membuat laporan,” kata dia seraya menjamin bahwa Dukuh Sawur kembali kondusif.

Sebelumnya, puluhan warga Dukuh Sawur Desa Genengsari Kecamatan Polokarto nyaris bentrok dengan pekerja perkebunan tebu yang dimiliki oleh H Paham, warga setempat, Jumat (1/3) siang. Warga tidak terima dengan pembuatan patok ranjau yang dinilai membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar.

Murniati