PDIP Tepis Pecah, Bibit Kian Sesumbar

PDIP Tepis Pecah, Bibit Kian Sesumbar

332
231012 bibit waluyo
Bibit Waluyo

SOLO-PDIP menyangkal ada perpecahan suara, setelah Ketua PAC PDIP Boja, Kabupaten Kendal, Unggul dipecat karena hadiri deklarasi Hadi Prabowo-Don Murdono. Sementara itu, Calon Gubernur petahana, Bibit Waluyo semakin sesumbar menang satu putaran.

Ketua DPC PDIP Solo, Hadi Rudyatmo, mengatakan, pemecatan kader PDIP itu, bukan berarti PDIP Jateng pecah. Menurutnya, sebagai kader yang mengkianati partai, sudah selayaknya diberi sanksi tegas. Ia yakin, suara PDIP Jateng tak goyah untuk memenangkan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko. ”Suara PDIP di Jateng masih tetap solid. Tidak ada perpecahan,”  kata Rudyatmo, Jumat (22/3).

Rudyatmo yang juga Walikota Solo itu meluruskan. Versi dia, yang terjadi, bukan pemecatan kader. Tapi, memang Ketua PAC Boja itu melanggar disiplin partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu. Baginya, aturan partai sangat jelas, yakni, kader wajib menjalankan instruksi dari DPP yang mengusung Ganjar-Heru di Pilgub Jateng. ”Bagi kader PDIP dari jabatan apapun jika terbukti melanggar aturan partai, tetap kena sanksi,” katanya.

Rudyatmo berujar, ada suatu aturan yang harus dipatuhi semua kader PDIP. Mulai dari keputusan hasil  kongres sampai keputusan partai dari tingkat DPP, DPC hingga PAC.  Jika ada kader yang membelot dengan hadir dalam deklarasi calon lain, katanya, itu isyarat kader tersebut keluar dari PDIP.”Kalau tidak dipecat pun, mereka sudah sampai salah, karena berani bertindak seperti itu. Maka, otomatis keanggotaannya dianggap gugur. Ini pelanggaran berat,” tegasnya.

Baca Juga :  Proyek Sekolah Satu Atap di Mojosongo Ditarget Rampung Desember

Seperti diketahui, Unggul hadir dalam deklarasi pasangan Hadi Prabowo-Don Murdono yang digelar di GOR Jatidiri, Semarang. Saat hadir, ia mengenakan atribut PDIP. Pasangan Hadi Prabowo-Don Murdono diusung PKS, PPP, PKB, Gerindra, Hanura dan PKNU. Don Murdono sendiri awalnya kader PDIP. Ia dipecat, karena nekat maju mendampingi Hadi Prabowo. Ada 100 kader PDIP yang hadir dalam deklarasi pasangan itu.

Sekretaris DPC PDIP Sragen, Sugiyamto, berujar, kekuatan PDIP Sragen mampu menyumbang setidaknya 45 persen suara bagi pasangan Ganjar-Heru. Menurutnya, meski tidak didukung finansial kuat, kader dan relawannya akan memanfaatkan kekuatan figur, ketokohan dan karakter bersih dari Ganjar-Heru untuk menggaet simpati dari masyarakat Sragen. ”Kami juga optimistis Pak Ganjar-Heru bisa menang satu putaran. Untuk Sragen minimal bisa dapat 45 persen suara untuk kemenangan Pak Ganjar-Heru.”

Baca Juga :  Lagi-lagi Indekos “Bebas” Bikin Resah Warga Jebres

Masih dari Sragen, calon gubernur petahana atau incumbent, Bibit Waluyo, semakin sesumbar bisa menang satu putaran bersama pasangannya, Sudijono,  26 Mei nanti. Bibit pada Pilgub sebelumnya juga diusung PDIP. Tapi pada kali ini, ia maju diusung Partai Golkar,  Partai Demokrat dan PAN. ”Nyambut gawe yen ra yakin ya rasah nyambut gawe. Yen menang satu putaran, yes,” ucap Bibit.

Ia pelit membocorkan persiapannya maju Pilgub. Setelah mendaftar ke KPU, ia hanya yakin dengan dukungan tiga partai, bisa menang satu putaran, mengalahkan dua rivalnya, Ganjar Pranowo dan Hadi Prabowo.  ”Kemarin dari Golkar, PAN dan Demokrat semua sudah siap. Satu pikiran, satu hati berjuang untuk rakyat,” katanya lagi.

Ia tak ambil pusing dengan kekompakan bupati dan walikota dari PDIP yang tak hadir dalam acaranya. Ia juga tak akan memberikan sanksi. ”Oh, itu biasa. Mungkin mereka ada kesibukan bekerja. Nggak apa-apa,” tandasnya. Muhammad Ismail | Wardoyo

BAGIKAN