Pembayaran Tunjangan Guru Agama Ngadat

Pembayaran Tunjangan Guru Agama Ngadat

641

Kami kecewa karena Kemenag kemarin menyampaikan transfer tunggakan akan dicairkan untuk dua bulan. Ternyata, hanya satu bulan yang masuk,” ujar Sumiyati, guru Pendidikan Agama Kristen.

ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Beberapa guru mata pelajaran (Mapel) Pendidikan Agama Kristen di Kabupaten Sragen mempertanyakan transfer tunjangan sertifikasi karena nominalnya ternyata belum sesuai dengan yang dijanjikan. Sebaliknya, guru Mapel Pendidikan Agama Katolik mengaku malah sama sekali belum menerima transferan dari tunggakan tunjangan sertifikasi yang selama dua tahun belum terbayar.

Padahal Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sragen menjanjikan mentransfer tunggakan tunjangan sertifikasi selama dua bulan untuk guru Mapel Pendidikan Agama Islam, Kristen, dan Katolik.

Salah satu guru Pendidikan Agama Kristen, Sumiyati (59) menuturkan hanya menerima transfer senilai Rp 2,72 juta di rekening miliknya di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sragen, Jumat (8/3). Transfer itu untuk pembayaran tunjangan sertifikasi satu bulan, Januari 2011. Padahal, dirinya belum menerima tunjangan sertifikasi sejak tahun 2011-2012. “Ya jelas kami kecewa. Karena Kemenag kemarin menyampaikan transfer tunggakan akan dicairkan untuk dua bulan. Ternyata, hanya satu bulan yang masuk,” ujarnya.

Baca Juga :  Ini Penjelasan Polres dan Dishub Soal Keberadaan Becak Motor di Sragen Langgar Aturan

Pendidik yang mengajar di SDN 5 Sragen ini mengaku sudah mengonfirmasi ke pihak Kemenag Sragen. Menurutnya, pegawai Kemenag hanya menjelaskan alokasi dana Rp 106 juta digunakan membayar tunggakan tunjangan sertifikasi tiga guru Mapel Pendidikan Agama Kristen yang menerima sertifikasi tahun 2009 selama tiga bulan. Sisa dana digunakan untuk membayar tunggakan tunjangan sertifikasi sebanyak 29 guru Mapel Pendidikan Agama Kristen. Masing-masing menerima transfer tunggakan tunjangan sertifikasi selama satu bulan.

Kekecewaan juga disampaikan guru Mapel Pendidikan Agama Katolik, CH Tatik (51). Ia malah mengaku hingga kemarin belum ada transferan sama sekali ke rekeningnya. Padahal, dari Kemenag juga menyampaikan pencairan tunjangan akan masuk dalam dua atau tiga hari ini. Kondisi berbeda dialami guru Mapel Pendidikan Agama Islam. Mereka sudah menerima transfer tunggakan tunjangan sertifikasi selama satu tahun. Salah seorang guru Mapel Pendidikan Agama Islam di SDN Sepat 2, Sudarwati (53) menjelaskan sudah menerima transfer Jumat (1/3) lalu.

Baca Juga :  Pertarungan Kursi Ketua DPC PDIP Sragen. 5 Calon Ketua Diajukan ke DPP Dengan Catatan. Ini Penyebabnya

Koordinator guru Mapel Pendidikan Agama Islam di Masaran itu mengaku menerima Rp 35 juta. Ia membenarkan apabila guru Mapel Pendidikan Agama Islam belum menerima tunjangan sertifikasi selama satu tahun.

Terpisah, Kasie Madrasah dan Pendidikan Agama Islam (Mapenda) Sragen, Irwan Junaidi menguraikan total tunggakan tunjangan sertifikasi sejak tahun 2011-2013 untuk seluruh guru Mapel Pendidikan Agama Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu sekitar Rp 38,4 miliar. Irwan berharap seluruh guru pendidikan agama di bawah koordinasi kantor Kemenag Sragen bersabar. Sebab pencairan membutuhkan proses. “Tunjangan profesi pasti dibayar. Bagi yang sudah pensiun, rekening jangan sampai mati. Supaya sewaktu-waktu bisa ditransfer,” imbuhnya. Wardoyo

BAGIKAN
  • yohanes suyatin

    memang aneh dan idak tahu kenapa bisa terjadi. Guru agama katolik yang lulus tahun 2911 sampai sekarang sepeserpun belum pernah turun. aneh bin ajaib