JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Pembobolan Koperasi di Nguter, Polisi Selidiki Keterllibatan Orang Dalam

Pembobolan Koperasi di Nguter, Polisi Selidiki Keterllibatan Orang Dalam

378
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SUKOHARJO- Hingga Minggu (31/3) siang, Polisi belum mengambil brankas Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Surya Mandiri Cabang Nguter yang dibobol maling, Sabtu (30/3) lalu. Polisi mengaku masih meminta keterangan saksi-saksi terkait kemungkinan keterlibatan orang dalam, dalam pencurian tersebut.

Seperti diberitakan Joglosemar, KJKS Surya Mandiri dibobol maling, Sabtu (30/3) pagi. Maling berhasil mengambil brankas berisi uang senilai Rp 14 juta, 150 Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), dan 90-an lembar sertifikat tanah. Dari hasil penyelidikan, brankas tersebut dibuang pelaku di Saluran Induk Dam ColoTimur, Nguter. Dugaan sementara, pelaku ingin menghilangkan barang bukti dengan menceburkan kotak besi yang digunakan untuk menyimpan uang dan surat-surat berharga itu.

Kapolres Sukoharjo AKBP Ade Sapari melalui Kabag Ops, Kompol Andhika Bayu Aditama menyebutkan, saat ini brankas belum bisa dievakuasi ke daratan. Pihaknya kesulitan lantaran debut air yang lumayan tinggi. “Masih berada di dasar saluran. Petugas masih berusaha mengambilnya,” kata Andhika saat ditemui seusai menghadiri pengajian akbar di Alun-Alun Satya Nagara.

Dirinya menyebutkan, sebagian besar pelaku pencurian membuang barang bukti ke sungai atau saluran air. Hal itulah yang dilakukan oleh pencuri di KJKS Surya Mandiri Cabang Nguter itu. “Setelah dicek di sana ada Dam Colo dan ternyata memang brankas dibuang di sana,” katanya.

Pihaknya menyayangkan tidak adanya CCTV di kantor tersebut. Padahal, keberadaan CCTV sangat berguna, baik memantau aktivitas nasabah atau untuk berjaga-jaga kalau ada tindak kriminal seperti pencurian. “Sayangnya kantornya tidak dilengkapi dengan CCTV. Jadi, kami berbekal pada keterangan sanksi,” kata dia lagi.

Di sisi lain, pihaknya juga belum bisa memastikan apakah pelaku pencurian itu ada kaitannya dengan orang dalam atau tidak.. “Belum bisa disimpulkan apakah memang ada kaitannya dengan orang dalam atau tidak. Kami masih meminta keterangan dari saksi-saksi. Dari situlah dapat diketahui apakah orang dalam ada kaitannya dengan pencurian itu,” ujarnya didampingi Kabag Humas, AKP Widodo.

Murniati