JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Internasional Pemimpin Dunia Hadiri Pelantikan Paus

Pemimpin Dunia Hadiri Pelantikan Paus

417
BAGIKAN
SUKACITA--Presiden Argentina Cristina Fernandez berjabat tangan dengan Paus Fransiskus dalam pertemuan pribadi di Vatikan, Senin (18/3). Pemimpin umat Katolik sedunia ini akan dilantik pada Selasa (19/3) di Lapangan Basilika St Petrus. Reuters | Osservatore Romano
SUKACITA–Presiden Argentina Cristina Fernandez berjabat tangan dengan Paus Fransiskus dalam pertemuan pribadi di Vatikan, Senin (18/3). Pemimpin umat Katolik sedunia ini akan dilantik pada Selasa (19/3) di Lapangan Basilika St Petrus. Reuters | Osservatore Romano

ROMA–Para pemimpin dunia, Senin (18/3), tiba di Roma, Italia, untuk menghadiri misa pelantikan Paus Fransiskus. Pemimpin umat Katolik sedunia ini akan dilantik pada Selasa (19/3) di Lapangan Basilika St Petrus. Diperkirakan satu juta orang akan memadati Roma.

Sejumlah pemimpin dunia seperti Kanselir Jerman Angela Merkel, PM Spanyol Mariano Rajoy, PM Perancis Jean-Marc Ayrault, Presiden Uni Eropa Herman Van Rompuy, dan Ketua Komisi Eropa Jose Manuel Barosso dipastikan hadir di Vatikan.

Tokoh lain yang juga datang adalah Presiden Zimbabwe Robert Mugabe yang sudah tiba di Roma meski Uni Eropa menerapkan sanksi larangan perjalanan bagi pemimpin Afrika terlama itu.

Mugabe, yang memeluk Katolik, pada 2011 pernah mengunjungi Vatikan dalam upacara penyematan gelar santo untuk mendiang Paus Yohanes Paulus II.  Pada 2005, Mugabe juga hadir dalam pemakaman Paus Yohanes Paulus II. Saat itu, muncul kontroversi ketika Pangeran Charles menjabat tangan Robert Mugabe.

Wakil Presiden AS Joe Biden, yang juga seorang pemeluk Katolik, sudah tiba di Roma pada Minggu (17/3) malam. Mengutip Kompas.com, nama-nama pemimpin lainnya yang hadir adalah Presiden Brasil Dilma Rousseff, Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto, dan Presiden Cile Sebastian Pinera.

Sementara tokoh-tokoh agama yang diharapkan hadir antara lain Uskup York John Semtamu, Patriakh Gereja Koptik Ibrahim Isaac Sidrak, dan Pemimpin Gereja Ortodoks, Bartolomeus.

Kabar kedatangan pemimpin Gereja Ortodoks itu cukup mengejutkan karena pemimpin Gereja Ortodoks tidak pernah datang ke pengangkatan Paus selama hampir 1.000 tahun lamanya.

Gereja Ortodoks mulai absen dari acara pengangkatan Paus sejak tahun 1054 silam. Saat itu Gereja Ortodoks dan Gereja Katolik Roma mengalami perpecahan yang masih terus berjalan hingga kini.

Bartolomeus dilaporkan berangkat menuju Vatikan pada Senin kemarin. Juru bicara Gereja Ortodoks, Pendeta Dositheos Anagnostopoulos menyebutkan, keputusan untuk menghadiri pengangkatan Paus Fransiskus merupakan buah dari meningkatnya dialog antara kedua gereja.

Pada masa kepemimpinan Paus Emeritus Benediktus, Gereja Katolik memang berusaha memperbaiki hubungannya dengan Gereja Ortodoks. Paus yang mengundurkan diri bulan lalu itu sempat menyatakan dirinya ingin melihat kedua gereja bersatu kembali. Demikian diberitakan Associated Press.

Gereja Ortodoks memiliki banyak penganut di negara-negara Eropa Timur seperti Rusia dan Yunani, sedangkan penganut Katolik sebagian besar berasal dari negara-negara Barat.  Okezone | Tri Hatmodjo