Pemkot Akui RSUD Krisis Perawat

Pemkot Akui RSUD Krisis Perawat

285
RSUD Ngipang, Solo
RSUD Ngipang, Solo

BALAIKOTA- Banyaknya pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solo yang dirujuk ke rumah sakit lain karena kekurangan perawat, diakui Pemkot Solo.

Sekda Solo, Budi Suharto, mendukung upaya Direktur RSUD, Sumartono Kardjo, untuk membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk RSUD. ”Pemkot akui pelayanan RSUD Solo sekarang sangat terbatas. Kurangnya tenaga medis masih jadi masalah utama,” ujarnya, Selasa (5/3).

Sebagaimana diberitakan Joglosemar, Selasa (5/3), Direktur RSUD Solo, Sumartono Kardjo, mengatakan, banyak pasien RSUD minta dirujuk ke RS lain. Ia menyebut, jumlahnya sampai 25 persen. Penyebabnya, karena RSUD kekurangan perawat, sehingga tidak maksimal dalam menangani pasien yang ada.

Budi berujar, mendesaknya pembentukan BLUD, bukan berorientasi pada kebutuhan Pemkot, namun lebih pada kebutuhan RSUD yang sudah mendesak itu. Ia memaklumi, kurangnya perawat membuat RSUD tak leluasa bergerak, bahkan tak mampu jika RSUD itu dipenuhi pasien.

Baca Juga :  Ponpes Budi Utomo Dapat Kunjungan Kapolresta Surakarta

Sehingga ia tak menyalahkan tindakan RSUD yang membolehkan banyak pasien minta dirujuk ke RS lain. ”Solusi jangka pendek memang mengharuskan merujuk pasien ke RS lain. Jangan sampai nasib pasien dikorbankan,” paparnya.

Ia menepis, jika Pemkot dianggap lepas tangan dalam masalah itu. Menurutnya, kebanyakan pasien yang masuk RSUD adalah pasien Program Kesehatan Masyarakat Solo (PKMS). Sembari menunggu peningkatan layanan RSUD, Pemkot tetap menjalankan layanan kesehatan gratis pada masyarakat Solo.

Baca Juga :  Kelurahan Sewu Segera Miliki Selter Kuliner Apem

”Jadi tidak ada kata Pemkot lepas tangan, karena terbukti pasien PKMS di RSUD masih bisa dilayani,” katanya. Budi mengatakan, pembentukan RSUD menjadi BLUD ditargetkan selesai Mei.

Sejauh ini, tahapan pembentukan BLUD itu, sampai pada perhitungan aset dan utang RSUD. Setelah itu, hasilnya dilaporkan ke walikota untuk penyusunan potensi dan bussiness plan RSUD. ”Jangka waktu dua Minggu ini baru dilakukan perhitungan berapa nilai aset RSUD itu,” ujarnya.

Ada persoalan penting dalam pembentukan BLUD. Yakni soal utang pembangunan gedung RSUD senilai Rp 41 miliar. Dana pembangunan waktu itu, dipinjam dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Pusat. Muhammad Ismail

BAGIKAN