JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Pemkot Lalai soal Izin Bank DKI

Pemkot Lalai soal Izin Bank DKI

176
BAGIKAN

bank dkiKARANGASEMKetua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto, menilai Pemkot lalai terkait izin Amda Lalin Bank DKI cabang Solo yang diduga bermasalah. Pasalnya, izin belum lengkap tapi bank sudah diresmikan dan beroperasi.

Sebagaimana diberitakan Joglosemar, Kamis(21/3), Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Yosca Herman Soedrajat, mengaku, pihaknya belum menerima pengajuan izin dari Bank DKI. Izin yang dimaksud adalah izin kajian Analisis Mengenai Dampak Lalu Lintas (Amda Lalin).

”Kalau seperti ini kan susah juga. Masak izin belum lengkap, tapi sudah beroperasi. Ini jelas bentuk kelalaian Pemkot,” ucap Honda,Kamis (21/3). Hanya saja, tindakan Pemkot tidak perlu sampai pada penutupan bank. Namun, perlu minta pengelola bank melengkapi izin secepatnya.

Kejadian itu, kata Honda, bukti bahwa koordinasi antar-SKPD soal perizinan masih kacau. ”Harusnya kan sebelum izinnya lengkap, Pemkot terlebih dahulu menyampaikan ke pihak yang bersangkutan. Bukan malah setelah beroperasi baru dipertanyakan,” kritiknya.

Bank yang terletak di Jalan Slamet Riyadi itu, baru memiliki Izin Pemanfaatan Ruang (IPR) dan cetak foto saja. Untuk izin lainnya seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), surat izin usaha perdagangan (SIUP), tanda daftar perusahaan (TDP) dan Izin Amda Lalin belum dikantongi.

Corporate Secretary Bank DKI Pusat, Zulfarshah, saat dikonfirmasi, mengaaku telah menyerahkan persoalan perizinan kepada kontraktor. Pihak bank, hanya sebagai pelaksana operasional dan teknis di lapangan.

”Sebagai pengguna kedua (usai BRI Syariah), bank DKI hanya meneruskan perizinan sebelumnya. Lagi pula kami tidak mengubah bentuk fisik bangunan. Hanya merenovasi kecil,” kata Zulfarshah.

Kepala Dinas Tata Ruang Kota (DTRK), Ahyani, mengatakan, Bank DKI tak perlu mengurus IMB untuk  operasionalnya. Pasalnya, Bank DKI hanya meneruskan izin bangunan lama, yakni  BRI Syariah.

”Bank DKI hanya perlu mengurus balik nama IMB dari kepemilikan lama. Kecuali jika bank DKI mengubah fisik bangunan, baru mengajukan IMB baru,” ujar Ahyani. Ia mengklaim,

Pemilik bangunan lama yakni BRI Syariah, sudah membereskan semua izin. Namun, ia mengaku belum tahu detail. ”IMB BRI Syariah saya belum tahu, akan saya cari dulu,” katanya. Ari Welianto | Muhammad Ismail