JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan Pemukulan Guru, MAN 2 Bentuk Tim Solusi

Pemukulan Guru, MAN 2 Bentuk Tim Solusi

386

Dari pihak sekolah sudah membentuk tim untuk memusyawarahkan masalah ini. (Diah Siti Nuraini | Humas MAN 2 Solo

ilustrasi
ilustrasi

SOLO – Untuk menindaklanjuti kasus pemukulan siswa terhadap Wakil Kepala Sekolah MAN 2 Solo, sekolah tersebut membentuk tim khusus pencari solusi. Hal tersebut diungkapkan oleh Humas MAN 2 Solo, Diah Siti Nuraini yang mengaku pihak sekolah ingin mencari solusi yang solutif.

“Dari pihak sekolah sudah membentuk tim untuk memusyawarahkan masalah ini, agar bisa mendapatkan solusi terbaik untuk keduanya. Selanjutnya dari tim yang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan dan BP ini, akan membahasanya lebih dalam setelah itu baru bisa memberi kejelasan seperti apa solusinya,” katanya pada Joglosemar, Senin (4/3).

Diah menambahkan bahwa  musibah yang menimpa MAN 2 Solo merupakan masalah bersama dunia pendidikan yang patut dicari solusi terbaik secara bersama-sama. Dirinya mengaku sangat prihatin dengan apa yang telah terjadi antara guru dan murid itu. Kejadian yang tak seharusnya terjadi saat pendidikan di Indonesia sedang gencar-gencarnya menyerukan pendidikan karakter.

Sementara itu, baik guru korban pemukulan yang bernama Sugiyono dan siswa yang memukul berinisial A, menurut Diah, kini dalam tahap penjernihan dan perawatan. Diah mengaku pihak sekolah belum akan menjatuhkan sanksi kepada A, karena masih akan dimusyawarahkan dan berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali di MAN 2 maupun di sekolah lainnya.

“Masalah kapan keputusan untuk penyelesaiannya dan akan seperti apa? Mungkin nanti akan kita sampaikan setelah Pak Sugiyono sembuh, karena sekarang kondisinya masih belum bisa diajak musyawarah. Pandanganya juga masih kabur dan wajahnya masih lebam-lebam,” jelas Adam Fathoni, Wakil Kepala Kesiswaan itu.

Sementara itu, ketika para wartawan mendatangi rumah A. Kondisi rumah tertutup rapat. Menurut tetangganya. Biasanya ayah si A yang bekerja sebagai TU di salah satu sekolah swasta masih belum pulang kerja. Sementara anaknya, biasanya masih pada sekolah.

Seperti yang diberitakan beberapa hari sebelumnya, bahwa A memukul Sugiyono yang sebelumnya menegur karena A dan salah satu temannya M bermain sepeda di dalam kelas. Padahal ketika itu masih berlangsung jam pelajaran. Sugiyono menegur keduanya, dan M langsung menuruti perintah Sugiyono, sedangkan A malah menantang. Hal tersebut membuat Sugiyono memukul kepala A, dan langsung direspon dengan dua pukulan A kepada sang guru. Ahmad Yasin Abdullah

BAGIKAN