Pengajar Bingung Sikapi Kurikulum Baru

Pengajar Bingung Sikapi Kurikulum Baru

403

Kita masih menunggu, meski sebenarnya guru-guru sudah tidak sabar menunggu. (Waliyono | Kasi Kurikulum Bidang Dikdas SMP Disdikpora Solo)

dinas pendidikanSOLO – Kurikulum Baru 2013 hingga saat ini belum ada kejelasan kapan disosialisasikan. Padahal dalam permberitaan secara nasional Wakil Presiden Republik Indonesia, Budiono menegaskan bahwa Kurikulum Baru 2013 harus tetap dilaksanakan pada bulan Juli 2013 nanti.

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan kurikulum baru disosialisasikan bulan April 2013 namun diundur lagi pada bulan Juni 2013, dan akan diadakan pelatihan guru secara serentak. Padahal, guru-guru sudah tak sabar menunggu. Meski bingung sejauh ini para guru hanya bisa menunggu.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Bidang Pendidikan Dasar SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo, Waliyono mengungkapkan bahwa sejauh ini Disdikpora belum mendapat pemberitahuan dari provinsi kapan kurikulum baru disosialisasikan. “Kita masih menunggu, meski sebenarnya guru-guru sudah tidak sabar menunggu. Apalagi ada berita bahwa ada tiga kementerian yang dananya diblokir dan salah satunya adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Alasanya karena adanya administrasi di tahun 2012 yang belum selesai,” katanya pada Joglosemar, Rabu (20/3).

Menanggapi masalah ini, Suwartono selaku sekertaris Dewan Pendidikan Surakarta (DPS) menyatakan kesepakatanya dengan adanya perubahan terhadap kurikulum pendidikan di Indonesia. “Sepakat jika pendidikan nasional akan menerapkan kurikulum baru tahun 2013. Hanya saja sosialisanya yang mepet itu akan mengganggu guru,” katanya.

Salah satu guru yang gerah terhadap kurikulum baru adalah Ahmad Marzuki, guru Kewirausahaan SMK Cokroaminoto 2 dan SMKN 1 Solo ini mengungkapkan bahwa sebagai orang bawah, dirinya hanya bisa menurut saja. “Kita itu menurut saja, hanya saja jika sosialisasinya terlalu mendesak seperti ini akan mengganggu proses pengajaran karena para guru akan sangat kurang persiapanya,” keluhnya. Ahmad Yasin Abdullah

BAGIKAN