JOGLOSEMAR.CO Foto Penganugerahan 100 Alumni Terbaik UNS

Penganugerahan 100 Alumni Terbaik UNS

1092

Wujud Apresiasi pada Alumni, Perkuat Pengembangan Almamater

Alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang jumlahnya mencapai 94.170 orang tersebar di seluruh Tanah Air  dan beberapa negara. Banyak di antara mereka yang telah mengukir prestasi mengharumkan almamater. Oleh karenanya, UNS memberikan penghargaan pada mereka.

MENYERAHKAN PENGHARGAAN--Rektor Universitas Sebelas Maret, Ravik Karsidi menyerahkan penghargaan kepada salah satu alumni dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNS saat digelar acara Penghargaan 100 Alumni UNS Berprestasi Tahun 2013 di Rektorat UNS, Solo, Minggu (10/3) malam. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
MENYERAHKAN PENGHARGAAN–Rektor Universitas Sebelas Maret, Ravik Karsidi menyerahkan penghargaan kepada salah satu alumni dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNS saat digelar acara Penghargaan 100 Alumni UNS Berprestasi Tahun 2013 di Rektorat UNS, Solo, Minggu (10/3) malam. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

Suara alunan  tembang lagu Bengawan Solo karya Maestro Keroncong Gesang terdengar begitu merdu ketika dibawakan oleh sinden kondang Sruti Respati. Lagu ini memang sengaja dibawakan oleh Sruti untuk mengenang 1.000 Hari Gesang yang diperingati beberapa hari yang lalu. Lagu yang merdu tersebut, diperdengarkan oleh Sruti pada Malam Penganugerahan Apresiasi 100 Alumni Terbaik Universitas Sebelas Maret (UNS) yang dilaksanakan di Rektorat UNS, Minggu (10/3) malam.

Pada malam apresiasi tersebut, tak heran terlihat 100 wajah alumni yang terlihat berbinar karena mendapatkan apresiasi dari almamaternya. Di antara wajah-wajah tersebut,tentulah Sruti juga ikut di dalamnya. Selain Sruti, masih ada 99 penerima lain yang merupakan alumni dari sembilan fakultas. Mereka antara lain, Sekretaris Jenderal (Sekjen)  Mahkamah Konstitusi, Dr Janedri M Gaffar, MSi; Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) di New York, Dr Wimboh Santosa; Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Tindak Pidana, Dr Widyopramono, SH,MM; Rektor UMS Surakarta Prof Dr Bambang Setiaji; Direktur Keuangan Perum Bulog, Ir Budi Purwanto,MBA; Direktur Utama RSUP Persahabatan Jakarta, dr M Syahril, SpP, dan Drs Endu Marsono.

Penganugerahan tersebut diberikan kepada 100 alumni terbaik karena UNS sadar betul bahwa alumni yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS memang terus memberikan bantuan bagi pengembangan almamater. “Banyak alumni UNS yang menduduki posisi penting di bidang pemerintahan, bisnis, sosial budaya, keagamaan. Keberadaan tersebut tentu patut untuk diapresiasi oleh almamater UNS,” ungkapnya Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi, MS dalam sambutannya.

Diungkapkan oleh Drs Dwi Tyanto, SU selaku Pembantu Rektor III UNS bahwa untuk menjadi 100 alumni terbaik ini, peserta harus mengalahkan banyak nominasi yang diusulkan oleh fakultas. Tiap fakultas mengirimkan 15 nama. Menurutnya, acara ini terselenggara agar tercapai tujuan-tujuan di antaranya ketersediaan data alumni UNS di dalam dan luar negeri, tersusunnya buku 100 Alumni dan terselenggaranya pertemuan antara rektor dan alumni.

Selain itu, lanjut Dwi Tyanto, ada juga kriteria-kriteria yang dipilih yakni pertama dari kepemimpinan di pemerintahan, lembaga, organisasi sosial budaya. Kedua kepeloporan bagi mereka yang menjadi pelopor di bidang kewirausahaan, penelitian, kemasyarakatan, dan sebagainya. Ketiga dari segi integrasi moral tidak terlibat korupsi, norma sosial, hukum. Sedangkan keterpopuleran dilihat dari dikenal luas masyarakat luas dalam negeri dan luar negeri untuk jabatan dan karya.

Di sisi lain Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prof Dr M Furqon Hidayatullah, Mpd, merasa pemberian apresiasi dan penghargaan bagi alumni ini penting dilakukan demi kemajuan UNS. “Acara seperti ini tentu bagus, dan terus diadakan. Bagaimana pun UNS memiliki alumni-alumni yang hebat dan telah berkontribusi dalam berbagai hal untuk bisa dicontoh adik-adiknya,” ungkapnya.

Drs Endu Marsono, salah satu penerima penghargaan, adalah alumni jurusan Bimbingan Konseling (BK) FKIP. Meski mengaku tersesat di jurusan BK, namun semangat belajarnya tak padam. “Saya bingung dan baru sadar saya nanti jadi guru. Tapi saya tidak berminat, tapi BK tidak jauh dari pelajaran psikologi jadi saya menikmati. Dan akhirnya saya juga bisa menjadi motivator,” ungkapnya, Sabtu (9/3).

Kehidupan pria yang memulai membuka perusahaan tahun 1994 ini pun tak lepas dari dunia politik. Dia bahkan pernah menjabat sebagai Tim Sukses Kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono atau Staf Capres tahun 2004 dan Ketua I Relawan 2 Tim Sukses SBY Budiono tahun 2009. “Bagi saya jika mau berpolitik dengan hati inilah saatnya, karena Indonesia perlu adanya perubahan,” tandasnya. Rahayu Astrini

BAGIKAN