Perajin Tahu Minta Pemerintah Turunkan Harga Kedelai

Perajin Tahu Minta Pemerintah Turunkan Harga Kedelai

380
TAHU- Seorang perajin tahu di Dusun Purwogondo RT 3/ RW I Kelurahan Kartasura tengah memotong tahu, Jumat (15/3). Joglosemar/ Murniati
TAHU- Seorang perajin tahu di Dusun Purwogondo RT 3/ RW I Kelurahan Kartasura tengah memotong tahu, Jumat (15/3).
Joglosemar/ Murniati

SUKOHARJO- Para perajin tahu di Dusun Purwogondo, Kartasura mengeluhkan tingginya standar harga kedelai sebesar Rp 7.000/kilogram. Imbasnya, mereka terpaksa mengurangi ukuran tahu yang diproduksi.

Salah seorang perajin tahu di RT 3/ RW I, Kasno mengaku pasca-kenaikan harga bahan baku, penghasilan dan omzetnya mengalami penurunan drastis. Dalam sehari, ia hanya bisa memproduksi tiga kuintal tahu. “Karena harga bahan baku tahu itu sangat tinggi, maka ukurannya kami kurangi. Omset juga menurun. Sekarang dalam sehari saya hanya bisa memproduksi tahu sebanyak tiga kuintal saja,” kata dia di pabrik pembuatan tahunya, Jumat (15/3).

Dia menyebutkan, di dusunnya ada 35 perajin tahu. Nasib mereka pun juga sama, yakni penurunan produksi karena harga bahan baku yang mengalami kenaikan. “Kalau ditotal, 35 perajin di sini membutuhkan lima ton tahu/ hari,” ujarnya.

Pihaknya menilai kebijakan penetapan harga kedelai oleh pemerintah masih sangat tinggi. Pasalnya sejak mengalami kenaikan dari harga Rp 2.000 per kilogram, akhirnya pemerintah menetapkan harga kedelai sebesar Rp 7.000. “Ini masih sangat tinggi. Kami harap bisa diturunkan lagi. Tidak hanya harga bawang yang harus diturunkan, tapi juga kedelai,” kata dia lagi.

Terkait  permodalan, Kasno juga mengaku kesulitan. Guna melanjutkan usaha yang diturunkan dari orangtuanya, Kasno harus menggadaikan barang miliknya. Selama ini, lanjut dia, pemerintah tidak memberikan perhatian dengan kredit bunga rendah. “Kami harap pemerintah lebih perhatian kepada kami. Kasihan rakyat kecil seperti kami ini,” ujar dia lagi.

Murniati

 

BAGIKAN