JOGLOSEMAR.CO Foto Perampokan di Toko Perhiasan Mas Aladin

Perampokan di Toko Perhiasan Mas Aladin

385
BAGIKAN

Kawanan Rampok Sudah Hafal Medan

PERAMPOKAN TOKO EMAS-Petugas Inafis Polres Surakarta saat keluar dari Toko Perhiasan Emas Aladin usai melakukan olah TKP Perampokan di Toko perhiasan Emas Aladin Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Solo, Rabu(20/3). Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
PERAMPOKAN TOKO EMAS-Petugas Inafis Polres Surakarta saat keluar dari Toko Perhiasan Emas Aladin usai melakukan olah TKP Perampokan di Toko perhiasan Emas Aladin Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Solo, Rabu(20/3). Joglosemar|Budi Arista Romadhoni

SOLO—Jajaran kepolisian masih memburu kawanan perampok yang beraksi di Toko Perhiasan Mas Aladin di Jalan Brigjen Katamso No 82 Mojosongo, Jebres, Solo. Hasil penyelidikan sementara berdasarkan rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian, pelaku terlihat sudah berpengalaman dan mengenal medan.

“Pelaku kelihatan sudah mengenal lokasi dan berpengalaman. Aksinya sangat cepat. Hal itu, semua terekam di kamera pengintai atau CCTV,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Surakarta, Kompol Edy Suranta Sitepu mewakili Kapolresta Kombes Pol Asjima’in, Kamis (21/3).

Dijelaskannya, empat pelaku masuk ke toko dan terekam dua kamera CCTV yang dipasang di dua titik. Pelaku mengenakan helm dan tutup muka masuk ke dalam dan memecah kaca etalase, kemudian mengambil perhiasan. “Setelah diakumulasi, perhiasan emas yang dibawa perampok sebanyak 700 gram, dengan harga per gramnya Rp 175.000. Jadi kerugiannya ditaksir sekitar Rp 122 juta,” ungkap Edy.

Menurutnya, di CCTV empat pelaku kelihatan jelas dari sisi belakang, sedangkan titik depan kabur karena terkena cahaya matahari. Sementara dari keterangan saksi, polisi juga mengetahui logat bicara pelaku, tetapi belum bisa dijelaskan karena masih dalam penyelidikan.

Edy menjelaskan, ada salah satu pelaku mengancam karyawan toko emas tersebut dengan logat tertentu. Namun ia enggan untuk membeberkan logat tersebut karena masih dalam penyelidikan. “Para pelaku memang terlihat sudah terlatih. Mereka hanya membawa kabur perhiasan, sedangkan uang tunainya tidak,” bebernya.

Disinggung soal senjata api jenis pistol yang digunakan pelaku, Edy meragukannya. Pasalnya, di pistol yang dibawa perampok terdapat garis warna-warni. “Senjata api diduga tidak seperti senjata beneran karena pistol yang digunakan ada warna-warninya. Tidak seperti pistol asli,” ucapnya.

Apakah perampokan di Toko Perhiasan Mas Aladin ada hubungan dengan aksi sebelumnya di Pasar Jongke Solo? Edy menjawab, ada indikasi arahnya ke sana, tetapi masih dalam penyelidikan. Pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Polda Jateng, terkait empat pelaku yang diduga ada kaitannya dengan aksi perampokan sebelumnya di Pasar Jongke Solo pada 2010.

Di sisi lain, Kapolsek Jebres, Kompol Rudi Hartono mengatakan toko emas milik Teguh Hardiyanto, warga Dedegan RT 3 RW II, Mojosongo, Jebres, Solo memang sengaja dipasang dua CCTV. Ia berharap melalui petunjuk CCTV tersebut kasus perampokan segera terungkap. Rudi Hartono | Antara