JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Peringatan Jumat Agung Di Gunung Gandul

Peringatan Jumat Agung Di Gunung Gandul

818

Jalan Salib, Mengingatkan Umat tentang Pengorbanan Yesus

 Salib, Mahkota duri, Bukit Golgota…Jumat (29/3) umat Kristiani di seluruh dunia kembali memperingati Hari Raya Jumat Agung. Bagaimana mereka memaknai arti pengorbanan Yesus di kayu salib.

Eko Sudarsono

PROSESI JALAN SALIB--Sejumlah umat Khatolik Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri melakukan prosesi jalan salib di Gunung Gandul, Wonogiri, Jumat (29/3). Prosesi yang merupakan rangkaian dari perayaan Jumat Agung tersebut menceritakan tentang kesengsaraan Yesus Kristus untuk menebus dosa. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
PROSESI JALAN SALIB–Sejumlah umat Khatolik Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri melakukan prosesi jalan salib di Gunung Gandul, Wonogiri, Jumat (29/3). Prosesi yang merupakan rangkaian dari perayaan Jumat Agung tersebut menceritakan tentang kesengsaraan Yesus Kristus untuk menebus dosa.
Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

Seluruh Umat Kristiani di seluruh dunia memperingati Hari Jumat Agung, Jumat (29/3).  Hari Wwafatnya Tuhan Yesus Kristus ini diperingati dengan berbagai Misa dan Kebaktian. Berbagai prosesi dipersiapkan masing-masing gereja untuk kembali menangkap makna dari Peringatan Raya Jumat Agung.

Salah satu prosesi unik kembali di suguhkan oleh Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul Wonogiri.  Jumat pagi (29/3), sekitar 1.000 umat melaksanakan puncak peringatan wafatnya Yesus Kristus  dengan melakukan Jalan Salib di Gunung Gandul, Kelurahan Giriwono, Wonogiri.  Mereka melakukan perjalanan sepanjang dua dua kilometer itu disertai adegan visualisasi perjalanan Yesus saat diadili Pontius Pilatus hingga saat Yesus di salibkan. Semua adegan divisualisasikan ke dalam 14 pemberhentian.

Umat Katolik yang turut pun dengan hening dan khusyuk mengikuti seluruh jalannya prosesi. Rintihan dan teriakan Yesus yang disiksa tentara Romawi selama menuju ke atas bukit membawa umat ikut merasakan penderitaan Yesus saat itu. Tangisan dan teriakan dari pengikut Yesus pun membuat suasana semakin nyata. Ceceran darah serta tangis air mata pun divisualisasikan dengan alami.

Berbagai visual yang ditampilkan membawa peserta jalan salib seolah-olah membawa mereka ke masa saat Yesus mengalami siksaan.  Jalanan menanjak dan berliku membuat mereka lebih dalam lagi merenungkan betapa besar cinta Yesus kepada manusia. Yesus rela menderita dan wafat disalib karena cintanya kepada manusia.

Selain umat katolik dari Wonogiri, prosesi jalan salib ini juga diikuti umat Nasrani dari beberapa wilayah di sekitar Wonogiri. Komisi Hubungan Antar Umat Beragama dan Kepercayaan Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul, Liliek Dwi Sularyanto mengatakan kegiatan tahunan ini untuk mengenang wafatnya Yesus pada Jumat Agung. Dengan kegiatan ini diharapkan umat bisa melakukan refleksi diri. “Supaya umat juga lebih peka terhadap situasi dan kondisi di lingkungan sekitar kita. Peka terhadap sesama yang menderita dan tersingkir,” katanya. Sementara perayaan Jumat Agung ini akan dilanjutkan dengan Perayaan Paskah yang akan dirayakan Umat Nasrani pada Minggu (31/3) besok.

BAGIKAN