Pertamina Ancam Sanksi SPBU Nakal

Pertamina Ancam Sanksi SPBU Nakal

314
ilustrasi BBM
ilustrasi BBM

SRAGEN—Pihak Pertamina mengancam akan memberikan sanksi tegas bagi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang nekat menjual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kepada kendaraan di luar ketentuan. Tidak hanya teguran atau peringatan, sanksi lebih berat akan dijatuhkan jika pelanggaran aturan penjualan terbukti.

Hal itu ditegaskan Manajer Eksternal Pemasaran Pertamina Perwakilan IV Jawa Tengah, Heppy Wulansari, menyikapi indikasi pelanggaran komitmen penjualan BBM bersubsidi utamanya bio solar di wilayah Sragen. Menurutnya, sejauh ini memang belum ada laporan atau aduan resmi terkait hal itu. Namun, pihaknya siap menindaklanjuti dengan menelusuri SPBU-SPBU di Sragen serta memberikan surat edaran.

“Kalau memang ada temuan, silakan masyarakat melapor. Kalau kemudian terbukti menjual BBM subsidi ke kendaraan yang dilarang, maka akan kami beri sanksi teguran dan peringatan. Kalau masih melanggar lagi, tentu ada sanksi lebih berat,” ujarnya, Selasa (19/3).

Baca Juga :  Ratusan Warga Rame-Rame Serbu dan Robohkan Pagar Pabrik Tiga Pilar di Sragen. Ini Pemicunya..

Diakuinya, pembatasan penjualan BBM bersubsidi yang baru diberlakukan 1 Maret 2013 lalu, memang masih dalam taraf implementasi awal. Sehingga, sosialisasi dan pengawasan memang sangat diperlukan. Pihak Pertamina sendiri juga sudah menyosialisasikan kebijakan itu ke semua SPBU agar bisa dipatuhi. “Segera akan kami cek SPBU-SPBU di Sragen,” tukasnya.

Plt Direktur Perusda SPBU Pilangsari, Ary Anggoro mengakui adanya indikasi pelanggaran di SPBU lain memang berdampak sangat merugikan SPBU-nya yang ditunjuk melayani bio solar di Sragen. Sebab ada penurunan omzet ribuan liter per hari jika dibandingkan dengan penjualan solar bersubsidi.

Baca Juga :  Gara-gara Trek-trekan Liar, 2 Pelajar di Sragen Ringsek Gasak Pohon. Satu Pelajar Tewas, Satunya Kritis

“Padahal, kendaraan berat atau pengangkut hasil hutan maupun kendaraan industri yang lewat di Sragen itu banyak. Dan andaikata semua kendaraan-kendaraan berat seperti pengangkut kayu, tronton, itu bisa tertib, mestinya jatah 8.000 liter pasti tak sampai seminggu sudah habis,” ujar petugas SPBU Pilangsari, Suparwanto.

Sementara, Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan Sragen, Siti Suharmi mengatakan akan membahas terlebih dahulu bagaimana teknis pengawasan untuk menekan praktik curang SPBU tersebut. Jumlah SPBU di Sragen sendiri saat ini mencapai 21 unit. Senada, Kepala Dinas Perdagangan Perdagangan, Heru Martono juga mengatakan akan memperketat pengawasan ke SPBU-SPBU baik melalui imbauan, surat edaran, atau penempatan personel pengawasan di setiap SPBU.

Wardoyo

BAGIKAN