Perusda Percetakan Nunggak Sewa Mobil Rental Puluhan Juta

Perusda Percetakan Nunggak Sewa Mobil Rental Puluhan Juta

338

SRAGEN—Cerita kebobrokan manajemen Perusahaan Daerah (Perusda) Percetakan Kabupaten Sragen kembali terungkap. Sejumlah pusat persewaan mobil rental yang mobilnya pernah disewa untuk operasional Perusda itu, ramai-ramai membeber dan menagih tunggakan sewa yang belum terbayar.

Salah satunya pemilik jasa rental mobil Wahyudi Rental di Widoro, Sragen, Didik (38). Ia mengungkapkan, hingga kini masih ada tunggakan uang sewa sekitar Rp 10,5 juta yang belum dibayar oleh Perusda Percetakan. Tunggakan itu untuk tiga bulan sewa pada kurun akhir 2011 hingga awal 2012.

“Mobil saya Avanza sudah disewa untuk operasional Perusda Percetakan sejak 2011 waktu direkturnya dipegang Pak Gunawan. Ada perjanjian dan kontraknya juga, yang intinya uang sewa per bulan Rp 3,5 juta dan akan dibayar setiap bulan,” ujarnya, Minggu (3/3).

Ia menceritakan, pada awalnya uang sewa itu terbayar tepat waktu sesuai perjanjian. Memasuki bulan kelima atau sekitar pertengahan 2011, pembayaran sewa mulai molor dan tak tertib per bulan.

Baca Juga :  Usai Ringkus Jaringan Perampok Sadis, Polres Sragen Bongkar Penadah Truk Rampokan. Sindikatnya Bikin Geleng Kepala

Padahal pihaknya sudah menuruti keinginan pimpinan yang waktu itu meminta agar mobil Avanza tahun 2006 yang disewakan diganti dengan keluaran terbaru. Namun, hal itu ternyata tak membuat pembayaran menjadi tertib. Karena terus molor dan semakin sulit ditagih, ia pun memutuskan menarik paksa mobil rentalnya dengan menyisakan tagihan tiga bulan sewa sebesar Rp 10,5 juta.

“Terus terang kami juga bingung karena sejak Pak Gunawan mundur, kami tidak tahu harus nagih ke siapa. Sementara uang sewa itu sangat kami butuhkan untuk menutup setoran kredit. Bahkan, kemarin saya terpaksa jual sepeda motor saya yang baru saya ambil hanya untuk nutup setoran mobil,” urainya.

Baca Juga :  Kecil-Kecil Nyuri Motor Tetangga, Remaja di Sragen Ditangkap Saat Hendak Menjual ke Warnet

Tidak hanya satu mobil, tunggakan sewa itu ternyata juga dialami oleh beberapa pemilik jasa rental lainnya. Tercatat ada dua mobil rental yang hingga kini juga masih meninggalkan tunggakan sewa bernilai jutaan dan belum terbayar. Terungkapnya tunggakan ini kian memperpanjang catatan buruk yang ditinggalkan manajemen lama, karena data di Komisi II DPRD Sragen sebelumnya mengungkap ada kerugian Rp 600 juta yang belum terselesaikan di Perusda itu.

Terpisah, Kepala Pengelola Badan Usaha Milik Daerah (BPUMD), Nugroho Eko Prabowo mengatakan sesuai ketentuan, sewa mobil untuk operasional Perusda semestinya harus seizin Badan Pengawas (BP). Sementara, yang terjadi di Perusda Percetakan itu tanpa izin BP, sehingga kewajiban tunggakannya menjadi tanggung jawab pribadi pejabat yang membuat perjanjian.

Wardoyo

 

BAGIKAN