Pesona Batik Rajut, Memikat Hati

Pesona Batik Rajut, Memikat Hati

525
Batik Rajut
Batik Rajut

Batik dan inovasinya akan terus berkembang sesuai dengan jaman dan kreativitas manusianya. Ya, kini batik tidak sekedar kain yang  melalui proses pembatikan dengan lilin malam, atau pun memiliki motif-motif yang kaku. Batik sekarang terus bervariasi dengan berbagai sentuhan yang elok dan bercitarasa tinggi.

Adalah batik rajut yang semakin membooming diminati khalayak. Khusus di Solo, sosok Nur Hadi adalah pengrajin yang memelopori batik rajut ini sejak 2009 lalu.

Batik rajut, seperti namanya, adalah produk batik yang dikombinasikan dengan rajutan. Bermacam jenis rajutan, ada jenis keong, kipas, nanas atau tusuk lima. Kreasi rajutan menggunakan benang katun 100% itu, dapat ditemukan pada sisi leher, pinggang, tepian lengan hingga pada bagian depan. Nah, rajutan ini melekat pada batik sebagai bahan utamanya, entah batik printing ataupun cap.
Menurut Nur Hadi yang menggeluti bisnis batik rajut bersama istrinya Ninuk Rohani, batik rajut memang menjadi lahan yang dibidiknya karena memerlukan kreativitas dan keahlian yang tidak banyak bisa dilakukan perajin lain.

” Dulu itu awal 2009, kami buat rajut dan santung. Namun ternyata banyak ditembak orang. Akhirnya kami vakum.”jelas Nur Hadi yang akhirnya sempat bangkrut gara-gara hasil penjiplakan produknya oleh oknum tak bertanggung jawab.

Tak mau menyerah dan berbekal pengalaman pahitnya, Nur Hadi bersama sang istri lantas banting stir membuat batik rajut. Sang istri bahkan menjadi desainernya.

Hingga saat ini,  sudah puluhan desain batik rajut yang dihasilkan, blus, dress, baju anak, abaya, cardigan dan masih banyak lainnya. Harganya berkisar puluhan ribu, dengan pasar potensial adalah para pedagang masih lokalan yakni Klewer atau Laweyan.

“Kami itu nguri-nguri orang-orang yang tua atau pintar merajut. Yah berbagi maksudnya, karena mereka itu ada yang tidak punya ijazah, dan juga tidak bisa bekerja di perusahaan yang besar”tambah Ninuk ditemui Joglosemar, di kediamannya sekaligus home industrinya, di Jetis, Manang, Sukoharjo

Satu hal turut ditegaskan Nur Hadi, kapok agar karyanya tidak dijiplak kembali, ia lantas mengurus hak cipta untuk batik rajut tersebut, akhirnya nama “Batik Rajut Nur Hadi” resmi menjadi karyanya yang dilindungi pemerintah.

Pesona batik rajut,  memang menarik hati selain bentuknya yang up to date, motif batik yang dipakai turut melihat keinginan pasar. Uniknya pula, desain rajutan tersebut semakin semarak dengan perpaduan warna yang ditorehkan sesuai isi hati. Ada kuning, pink, hijau dan warna-warna ngejreng lainnya.

Kiki Dian S

BAGIKAN